logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumberbaru

Home Care Sumberbaru Sasar Tokoh Agama, Camat Ronny: Pelayanan Kesehatan Harus Hadir hingga ke Rumah

  • 25 September 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
home-care-sumberbaru-sasar-tokoh-agama-camat-ronny-pelayanan-kesehatan-harus-hadir-hingga-ke-rumah-20260925

Home Care Sumberbaru Sasar Tokoh Agama, Camat Ronny: Pelayanan Kesehatan Harus Hadir hingga ke Rumah

JEMBER, 25 SEPTEMBER 2026 - Program Home Care di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, terus diperkuat sebagai bentuk pelayanan kesehatan dengan pendekatan jemput bola. Tidak hanya menyasar masyarakat umum, program tersebut juga menjangkau para tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Kamis 24 September 2026, tim Home Care bersama lintas sektor, Camat Sumberbaru Ronny Arvianto, S.E., M.M., serta jajaran Puskesmas Sumberbaru melakukan kunjungan kesehatan kepada sejumlah tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren di Desa Yosorati.

Kunjungan pertama dilakukan kepada KH. Muksin Bais dan Nyai Hikmatul Karimah, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Yosorati.

Dari hasil pemeriksaan, KH. Muksin Bais tidak memiliki keluhan kesehatan yang berarti. Namun, terdapat keluhan sesekali pada lambung dan hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat mengalami peningkatan. Tim medis kemudian memberikan terapi sekaligus edukasi mengenai kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Sementara Nyai Hikmatul Karimah tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan tanda-tanda vital maupun pemeriksaan laboratorium menunjukkan kondisi dalam batas normal.

Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Kyai Hamzah, 88 tahun, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hafidziyah, Desa Yosorati. Dalam pemeriksaan diketahui aktivitas harian Kyai Hamzah sebagian masih dibantu keluarga dan menggunakan alat bantu jalan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah. Sementara tanda-tanda vital lainnya dan hasil laboratorium berada dalam kondisi normal. Tim medis memberikan obat dan merencanakan pemeriksaan tambahan pada kunjungan berikutnya.

Tim juga melakukan pemeriksaan kepada Gus Minanur dan Ning Maschilya, pimpinan Pondok Pesantren Al Hafidziyah.

Gus Minanur menyampaikan keluhan berupa linu-linu dan memiliki riwayat kadar asam urat di atas normal. Setelah dilakukan pemeriksaan, kadar asam urat kembali ditemukan mengalami peningkatan. Dokter kemudian memberikan pengobatan dan penanganan sesuai hasil pemeriksaan.

Sedangkan Ning Maschilya tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan tanda-tanda vital dan hasil laboratorium menunjukkan kondisi normal.

Camat Sumberbaru Ronny Arvianto mengatakan, Home Care merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan. Melalui Home Care, tenaga kesehatan justru hadir langsung ke rumah warga untuk melakukan pemeriksaan, deteksi dini, pengobatan, edukasi, hingga pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan.

“Home Care ini bagaimana pemerintah hadir langsung ke masyarakat. Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi kita yang mendatangi. Termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi panutan dan memiliki peran besar di tengah masyarakat,” ujar Ronny.

Ia menegaskan, pelayanan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Pemantauan secara berkala menjadi bagian penting agar perubahan kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal.

“Kami berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan. Harapannya, Home Care ini tidak berhenti pada satu kali kunjungan, tetapi dapat dilakukan secara rutin sehingga kondisi kesehatan masyarakat bisa terus dipantau,” tambahnya.

Para pengasuh pondok pesantren yang mendapatkan kunjungan juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Bupati bersama Pemerintah Kabupaten Jember atas hadirnya program Home Care tersebut.

Menurut mereka, konsep pelayanan kesehatan dengan mendatangi langsung rumah masyarakat merupakan bentuk perhatian pemerintah yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Mereka menilai, pelayanan seperti ini sangat membantu, terutama bagi warga lanjut usia, masyarakat dengan keterbatasan mobilitas, maupun mereka yang selama ini memiliki kendala untuk datang ke fasilitas kesehatan.

Para pengasuh pesantren juga berharap program tersebut dapat terus berjalan dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga pelayanan kesehatan tidak hanya bersifat kuratif ketika seseorang sudah sakit, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan deteksi dini.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga memasang stiker Home Care di kediaman para tokoh agama sebagai penanda bahwa rumah tersebut telah menjadi bagian dari pelayanan Home Care.

Para tokoh agama yang dikunjungi memberikan respons positif dan menyatakan kesediaannya untuk mendapatkan kunjungan secara rutin setiap bulan. (jh8)

Galeri Foto