logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Gerakan Tanem: Dari Sisa Dapur Menjadi Pupuk untuk Pekarangan

  • 06 Oktober 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
gerakan-tanem-dari-sisa-dapur-menjadi-pupuk-untuk-pekarangan-20261007

Gerakan Tanem: Dari Sisa Dapur Menjadi Pupuk untuk Pekarangan

JEMBER, 06 OKTOBER 2026 - Sisa sayuran, buah, makanan, hingga daun yang biasanya berakhir sebagai sampah ternyata dapat dikembalikan menjadi sumber manfaat bagi lingkungan rumah. Gagasan itu menjadi bagian dari materi dalam Bimbingan Teknis Gerakan Tanem (Tanaman Emak-emak) Cinta Pemanfaatan Lahan Pekarangan.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Gerakan Tanem Cinta” tersebut turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan sempit sekaligus pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik dan kompos.

Penyuluh Pertanian Lapangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Fajriyah Ulfah, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan tidak dapat dipisahkan dari persoalan limbah rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, daun, dan ranting dapat diolah kembali untuk mendukung kebutuhan tanaman.

“Pembuatan pupuk organik dan kompos dari limbah rumah tangga. Nah, kaitannya dengan pemanfaatan lahan pekarangan, kita tidak bisa lepas dari limbah rumah tangga,” ujar Fajriyah, Selasa 06 Oktober 2026.

Salah satu cara yang diperkenalkan adalah penggunaan komposter. Wadah tersebut digunakan untuk mengolah limbah organik menjadi kompos melalui proses penguraian dengan bantuan dekomposer atau organisme pengurai.

Pemanfaatan pekarangan juga tidak harus menunggu tersedianya lahan luas. Menurut Fajriyah, ruang yang sempit tetap dapat digunakan untuk menanam apabila dikelola dengan baik.

Dari sisi hortikultura, Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Kabupaten Jember, Agung Satrio Setiawan, mengaitkan pemanfaatan pekarangan dengan kebutuhan pangan sekaligus pengendalian inflasi. Cabai dan bawang merah menjadi dua komoditas yang disebut banyak memberikan sumbangsih terhadap inflasi di Kabupaten Jember.

“Jika masing-masing rumah tangga mampu untuk menyediakan setidaknya memenuhi kebutuhan masing-masing untuk cabai dan bawang merah, maka mungkin nantinya laju inflasi dapat kita kendalikan,” kata Agung.

Dengan pendekatan tersebut, Gerakan Tanem tidak sekadar mendorong masyarakat untuk menanam. Pekarangan diarahkan menjadi ruang yang dapat menghasilkan pangan, sementara sebagian limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi bahan yang mendukung pertumbuhan tanaman. (fan)

Galeri Foto