HOMECARE RAMBIPUJI TEMBUS DUSUN JERENG TIMUR! Tiga Warga Rentan Jadi Sasaran, Kepedulian Pemerintah Hadir Menyapa Mereka yang Membutuhkan
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
HOMECARE RAMBIPUJI TEMBUS DUSUN JERENG TIMUR! Tiga Warga Rentan Jadi Sasaran, Kepedulian Pemerintah Hadir Menyapa Mereka yang Membutuhkan
JEMBER, 16 Oktober 2026 –Kepedulian terhadap warga rentan bukan sekadar janji, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan Tim Homecare Kecamatan Rambipuji saat menyambangi Dusun Jereng Timur, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan perhatian kepada tiga warga dengan kondisi sosial dan kebutuhan pendampingan yang berbeda, yakni lansia dengan gangguan kesehatan jiwa (ODGJ), penyandang disabilitas sejak lahir, serta lansia rentan yang menjalani kehidupan seorang diri.
Kunjungan ini menjadi gambaran penting bahwa pelayanan pemerintah tidak seharusnya berhenti di balik meja kantor. Justru, ketika warga menghadapi keterbatasan fisik, persoalan kesehatan, kesepian, maupun kondisi sosial yang sulit, kehadiran petugas di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memastikan mereka tidak terabaikan.
Melalui program Homecare, Tim Kecamatan Rambipuji bersama tenaga kesehatan dan unsur perangkat daerah terkait turun langsung menemui warga yang membutuhkan perhatian. Mereka tidak hanya melihat kondisi sasaran dari dekat, tetapi juga membangun komunikasi serta mengupayakan pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing warga.
Tiga Warga, Tiga Kisah yang Menggugah Kepedulian
Sasaran pertama kunjungan adalah rumah Suliya, seorang lansia dengan kondisi ODGJ. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dan sosial kepada warga yang membutuhkan perhatian khusus, terutama mereka yang berpotensi menghadapi hambatan dalam mengakses layanan secara mandiri.
Bagi kelompok rentan seperti ini, pendampingan yang berkelanjutan sangat penting. Dukungan keluarga, lingkungan sekitar, serta petugas kesehatan dan sosial menjadi unsur yang saling melengkapi agar kebutuhan dasar dan kondisi kesehatannya tetap mendapatkan perhatian.
Perjalanan kemudian berlanjut menemui Siti Rohma, penyandang disabilitas sejak lahir yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Saat ini, Siti Rohma tinggal menumpang di rumah saudaranya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas tidak selalu berkaitan dengan keterbatasan fisik semata. Kehilangan orang tua dan ketergantungan pada dukungan keluarga dapat menambah kerentanan, terutama ketika harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan akses maupun kesempatan.
Kehadiran Tim Homecare diharapkan menjadi pintu untuk melihat lebih dekat kebutuhan Siti Rohma, sekaligus memperkuat perhatian terhadap warga penyandang disabilitas yang memerlukan dukungan kesehatan dan sosial secara berkesinambungan.
Sasaran berikutnya adalah Juana, seorang lansia rentan yang hidup sebatang kara. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan masyarakat, masih ada warga lanjut usia yang harus menjalani hari-harinya tanpa pendampingan keluarga secara langsung.
Bagi lansia yang hidup seorang diri, perhatian terhadap kesehatan, kebutuhan sehari-hari, dan kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, kunjungan langsung seperti ini memiliki arti penting untuk mengetahui kondisi warga sekaligus mendorong keterlibatan lingkungan sekitar dalam memberikan dukungan.
Tiga warga tersebut memiliki persoalan yang berbeda. Namun, semuanya memperlihatkan satu kebutuhan yang sama: perhatian, pendampingan, dan akses terhadap pelayanan yang sesuai dengan kondisi mereka.
Tim Lintas Sektor Bergerak Bersama
Kegiatan Homecare di Dusun Jereng Timur melibatkan tim lintas sektor yang bekerja bersama untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
Dari Puskesmas Rambipuji, hadir Bidan Lishartatik dan Lutfi. Sementara itu, dari Kecamatan Rambipuji hadir Neneng Amaliya, staf Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS). Tim dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) turut bergabung, terdiri atas Srahmad Rajes, Mika, dan Yoyok.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi dalam pelaksanaan pelayanan bagi warga rentan. Persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu dapat ditangani melalui satu pendekatan saja. Kebutuhan kesehatan, kondisi sosial, dan dukungan kelembagaan memerlukan kerja sama agar penanganan dapat berjalan lebih terarah.
Dengan turun langsung ke rumah warga, tim memiliki kesempatan untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Pendekatan ini juga memungkinkan kebutuhan masyarakat dikenali secara lebih dekat, sehingga tindak lanjut dapat disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi masing-masing sasaran.
Homecare bukan semata-mata kunjungan seremonial. Program semacam ini perlu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan warga yang memiliki keterbatasan tetap memperoleh perhatian, terutama ketika kondisi mereka membuat akses terhadap pelayanan menjadi lebih sulit.
Camat Rambipuji Apresiasi Dedikasi Tim Homecare
Di tempat terpisah, Camat Rambipuji, Prima Kusuma Dewi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terus turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Rambipuji, jajaran Kecamatan Rambipuji, serta tim BPKAD yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan Homecare di wilayah Kecamatan Rambipuji.
Menurut semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kerja bersama lintas sektor merupakan bagian penting dalam mengawal program unggulan Bupati Jember, Gus Bupati Muhammad Fawait, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran para petugas di rumah warga menjadi wujud kerja nyata yang patut dipertahankan. Pelayanan publik yang baik tidak cukup hanya diukur dari terlaksananya agenda kegiatan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.
Warga lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan persoalan kesehatan jiwa membutuhkan pendekatan yang manusiawi, penuh empati, dan tidak diskriminatif. Mereka bukan sekadar nama dalam daftar penerima layanan, melainkan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk memperoleh perhatian dan pelayanan yang layak.
Prima Kusuma Dewi mengapresiasi konsistensi tim yang terus bergerak di lapangan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat terus diperkuat agar pelayanan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut melalui pemantauan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan warga.
Pelayanan Publik Harus Menjangkau yang Paling Rentan
Kunjungan ke Dusun Jereng Timur memberikan pesan kuat bahwa keberhasilan pelayanan sosial tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah sejauh mana pemerintah mampu hadir di tengah warga yang menghadapi keterbatasan dan membutuhkan pendampingan.
Suliya membutuhkan perhatian terkait kondisi kesehatan jiwanya. Siti Rohma menghadapi kerentanan sebagai penyandang disabilitas yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Sementara Juana menjalani kehidupan sebagai lansia yang tinggal seorang diri.
Ketiganya mengingatkan bahwa persoalan sosial di masyarakat memiliki wajah yang nyata dan berada dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, dibutuhkan kepedulian bersama, baik dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Di sisi lain, kunjungan ini juga menegaskan pentingnya menjaga martabat dan privasi warga yang menjadi sasaran pelayanan. Pendampingan harus dilakukan dengan menghormati kondisi pribadi mereka, tanpa stigma maupun perlakuan yang merendahkan.
Program Homecare diharapkan terus menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan pelayanan pemerintah. Melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan berkala, serta tindak lanjut yang tepat, kelompok rentan dapat memperoleh perhatian yang lebih terarah.
Pada akhirnya, kehadiran pemerintah tidak cukup hanya terlihat dalam kegiatan resmi atau agenda di kantor. Kehadiran itu harus dapat dirasakan hingga ke rumah-rumah warga yang membutuhkan bantuan.
Dari Dusun Jereng Timur, Kecamatan Rambipuji kembali menunjukkan pentingnya pelayanan yang mendekat kepada masyarakat. Sebab, bagi warga yang menghadapi keterbatasan, perhatian yang nyata bukan sekadar kunjungan, melainkan harapan bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dari kehidupan bersama.(sai)