Hujan Lebat Picu Longsor di Dua Kecamatan, Akses Jalan di Mayang dan Silo Terganggu
- 09 April 2026
- Dibaca 311 Kali
Bagikan Via:
Hujan Lebat Picu Longsor di Dua Kecamatan, Akses Jalan di Mayang dan Silo Terganggu
JEMBER, 09 APRIL 2026 – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember memicu terjadinya bencana tanah longsor di dua titik berbeda, yakni di Kecamatan Mayang dan Kecamatan Silo. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 09 April 2026, meski informasi awal kejadian telah diterima sejak pukul 09.00 WIB. Tim dari BPBD Kabupaten Jember langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, longsor pertama terjadi di Dusun Tetelan, Desa Seputih, Kecamatan Mayang. Material tanah yang longsor mengikis badan jalan utama desa sepanjang kurang lebih 6 meter dengan tinggi mencapai 4 meter. Jalan tersebut merupakan akses penghubung antara Desa Karangharjo dan Desa Harjomulyo, sehingga keberadaannya cukup vital bagi mobilitas warga.
Sementara itu, longsor kedua terjadi di Dusun Karang Baru, Desa Silo, Kecamatan Silo. Pada lokasi ini, longsor menggerus bahu jalan sekaligus jembatan utama desa dengan panjang sekitar 3 meter dan tinggi 2 meter. Akses jalan yang menghubungkan Dusun Krajan dan Dusun Karang Baru pun terdampak, terutama bagi kendaraan roda empat yang saat ini tidak dapat melintas.
Peristiwa longsor ini dipicu oleh hujan deras yang terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada Rabu, 08 April 2026. Selain curah hujan tinggi, faktor lain yang memperparah kondisi di Kecamatan Silo adalah erosi akibat aliran sungai yang menggerus struktur tanah di sekitar jembatan. Sementara di Kecamatan Mayang, kondisi tanah yang labil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Jember, TNI, Polri, perangkat desa, Satpol PP, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya penanganan. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi asesmen lokasi, pemasangan terpal untuk menutup area longsor, pemasangan garis pengaman (police line), serta koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Salah satu tim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Ferry Sukirno, menjelaskan bahwa kondisi di kedua lokasi saat ini masih berpotensi mengalami longsor susulan. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hindari melintas di area rawan longsor jika tidak dalam kondisi mendesak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akses jalan di Kecamatan Mayang masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan kehati-hatian. Namun, di Kecamatan Silo, akses hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat untuk sementara tidak diperkenankan melintas demi keselamatan.
BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan kepada dinas terkait untuk segera melakukan penanganan lanjutan, terutama perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak. Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meminimalisir risiko bencana serta menjaga keselamatan bersama.