Hujan Lebat Picu Luapan Sungai Tetelan, Delapan KK di Desa Harjomulyo Terdampak Banjir
- 06 Februari 2026
- Dibaca 578 Kali
Bagikan Via:
Hujan Lebat Picu Luapan Sungai Tetelan, Delapan KK di Desa Harjomulyo Terdampak Banjir
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada Kamis (5/2/2026) menyebabkan terjadinya banjir luapan Sungai Tetelan. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Jalinan RT 002 RW 013, Desa Harjomulyo, dan mulai berdampak pada permukiman warga sejak sore hingga malam hari. Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan terus dipantau hingga malam oleh petugas gabungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerima laporan resmi kejadian tersebut pada pukul 22.35 WIB.
Banjir luapan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Sebanyak delapan kepala keluarga terdampak, dengan lumpur setinggi kurang lebih 10 sentimeter masuk ke dalam rumah warga. Warga terdampak antara lain Ibu Akma, Ibu HA, Ibu Tun yang merupakan lansia berusia 80 tahun, Bapak Purwanto beserta keluarganya, Ibu Yati, Surahma, Wawan, serta Romli yang di dalam keluarganya terdapat seorang lansia berusia 70 tahun. Selain rumah warga, dampak lain yang tercatat adalah tergerusnya tebing sungai serta terganggunya aktivitas harian masyarakat setempat.
Berdasarkan kronologis kejadian, hujan mulai turun sejak pukul 14.30 WIB dengan durasi yang cukup lama hingga malam hari. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Tetelan meningkat secara signifikan dan akhirnya meluap ke permukiman warga. Salah satu faktor yang memperparah kondisi tersebut adalah adanya barongan bambu yang menyumbat aliran sungai, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar. Kondisi ini sejalan dengan rilis kewaspadaan cuaca ekstrem Jawa Timur yang menyebutkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi selama periode 1–10 Februari 2026.
Hingga pukul 22.00 WIB, kondisi banjir dinyatakan mulai surut dan aliran sungai kembali normal. Meski demikian, lumpur masih tersisa di dalam rumah-rumah warga terdampak dan membutuhkan penanganan lanjutan. Cuaca pada malam hari dilaporkan cerah, sehingga membantu proses pemantauan di lapangan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember Regu B masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan tidak terjadi luapan susulan.
Dalam upaya penanganan awal, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan unsur terkait, melaksanakan assessment dampak kejadian, serta melakukan pendokumentasian di lokasi terdampak. BPBD juga merekomendasikan kepada pihak kecamatan dan desa untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi yang tersumbat serta pembersihan rumah warga yang terdampak lumpur. Selain itu, rekomendasi juga disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap dampak banjir dan kondisi tebing sungai yang tergerus. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan deras yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.