HYANG ARGOPURO FESTIVAL: MENGUNGGAH BUDAYA DAN PARIWISATA JEMBER MELALUI PESONA TRADISI ADAT SETEMPAT
- 15 September 2025
- Dibaca 809 Kali
Bagikan Via:
HYANG ARGOPURO FESTIVAL: MENGUNGGAH BUDAYA DAN PARIWISATA JEMBER MELALUI PESONA TRADISI ADAT SETEMPAT
Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kembali menggelar agenda kebudayaan tahunan bertajuk Hyang Argopuro Festival dengan mengusung tema Mawar, Kenongo, Kantil. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 14 September 2025 di Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Festival ini menjadi salah satu agenda unggulan yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mengangkat potensi pariwisata daerah, khususnya di wilayah Arjasa yang berada di lereng Pegunungan Argopuro.
Acara pembukaan secara resmi dilaksanakan pada Jumat (12/9) di halaman Balai Desa Arjasa, yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bapak Bobby Arie Sandy, S.STP, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Hyang Argopuro Festival bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sebuah media untuk merawat, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada generasi muda serta masyarakat luas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menjaga kelestarian seni dan budaya tradisional. Melalui festival ini, kita tidak hanya menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan bangga terhadap identitas daerahnya,” ujar Bapak Bobby Arie Sandy.
Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Jember, Bapak H. Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait. Kehadiran beliau menambah semangat masyarakat dan pelaku seni budaya yang terlibat. Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting sebagai sarana memperkuat kebersamaan, memperluas daya tarik wisata, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hyang Argopuro Festival tahun ini menyajikan berbagai tarian daerah dan pertunjukan seni tradisional, mulai dari tarian Leak, Buto-butoan, Macanan, hingga aneka tarian khas Jember lainnya. Setiap pertunjukan menggambarkan kekayaan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus memunculkan nuansa sakral dan semarak. Para penari, baik dari kalangan seniman lokal maupun generasi muda, tampil penuh semangat dalam balutan busana tradisional yang berwarna-warni, sehingga menambah daya tarik visual bagi para penonton.
Selain pertunjukan tari, salah satu rangkaian penting dalam festival ini adalah kirab budaya. Prosesi kirab tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok seni, hingga pelajar. Rute kirab dimulai dari pusat desa menuju ke Sandang Tirta Amertha Arjasa, sebuah lokasi yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat setempat. Kirab budaya ini menjadi simbol perjalanan bersama dalam menjaga warisan leluhur serta mempererat persatuan warga.
Sepanjang jalannya kirab, masyarakat tampak antusias memberikan dukungan. Tidak sedikit warga yang ikut menyemarakkan dengan mengenakan busana tradisional dan membawa berbagai atribut budaya. Suasana meriah berpadu dengan semangat gotong royong, menjadikan festival ini bukan hanya milik seniman, tetapi juga milik seluruh masyarakat Arjasa dan sekitarnya.
Hyang Argopuro Festival juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jember. Dengan menampilkan seni tradisi yang khas, festival ini dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada saat yang sama, kegiatan ini memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil pertanian masyarakat setempat.
Melalui penyelenggaraan festival yang berlangsung selama tiga hari ini, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya. Sinergi antara seni, budaya, dan pariwisata menjadi strategi penting untuk menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan identitas daerah.
Hyang Argopuro Festival di Desa Arjasa menjadi contoh nyata bagaimana sebuah perayaan budaya mampu menghadirkan nilai kebersamaan, kebanggaan, dan kearifan lokal. Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku seni, dan partisipasi aktif masyarakat, festival ini diharapkan terus berlanjut dari tahun ke tahun, semakin berkembang, dan semakin dikenal luas sebagai salah satu agenda budaya penting di Kabupaten Jember.