logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Ide Kuesioner Jadi Solusi, SPPG Kaliwates Cari Cara Wujudkan Aspirasi Menu MBG

  • 15 April 2026
  • Dibaca 199 Kali
Bagikan Via:
ide-kuesioner-jadi-solusi-sppg-kaliwates-cari-cara-wujudkan-aspirasi-menu-mbg-20260416

Ide Kuesioner Jadi Solusi, SPPG Kaliwates Cari Cara Wujudkan Aspirasi Menu MBG

JEMBER, 15 APRIL 2026 - Suasana di SPPG Al Mubarok Kaliwates 2 di Kecamatan Kaliwates, Jember, tampak lebih dinamis dari biasanya, Rabu 15 April 2026.

Kunjungan yang dilakukan bukan sekadar monitoring rutin, tapi juga jadi ruang diskusi terbuka untuk mencari solusi atas keluhan warga terkait menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai monoton. Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan melalui kanal resmi Wadul Guse dan kini ditindaklanjuti langsung di lapangan.

Di tengah forum yang dihadiri berbagai pihak, muncul gagasan solutif yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kaliwates, dr. Rumi Enggarwati. Ia mengusulkan agar pihak SPPG membuat kuesioner sederhana yang bisa diisi langsung oleh para penerima manfaat, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita.

“Bagaimana kalau pihak SPPG membuat kuesioner sederhana yang nantinya diisi oleh para penerima manfaat, untuk dijadikan bahan bukti kongkrit. Lalu juga sebagai bahan pengajuan ke BGN daerah atau pusat,” ujarnya.

Gagasan ini kemudian diperkuat oleh Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Kaliwates, Elyz Sri Andarwati, SE. Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan yang selama ini cenderung bersifat dari atas ke bawah. Dengan adanya kuesioner, suara penerima manfaat bisa terdokumentasi dengan lebih jelas dan terarah.

Menurut Elyz, selama ini dapur SPPG kerap berada di posisi yang tidak mudah. Mereka harus tetap mengikuti standar dan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), namun di saat yang sama juga dituntut untuk memenuhi ekspektasi masyarakat yang beragam. Karena itu, data dari kuesioner bisa menjadi dasar yang kuat dan objektif saat mengajukan evaluasi menu.

Usulan ini pun mendapat tanggapan positif dari para partisipan yang hadir. Kuesioner dinilai sebagai langkah sederhana namun efektif, karena tidak membutuhkan biaya besar dan bisa langsung diterapkan. Selain itu, pendekatan ini juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam perbaikan layanan.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan monitoring menu MBG, khususnya untuk kategori 3B (bumil, busui, balita) yang didistribusikan melalui posyandu. Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa variasi menu memang masih terbatas, meskipun secara kandungan gizi sudah memenuhi standar yang ditetapkan.

Dengan adanya ide kuesioner ini, SPPG Kaliwates diharapkan tidak hanya menjalankan program secara teknis, tetapi juga mampu lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah sederhana ini diharapkan bisa menjadi awal dari perbaikan berkelanjutan, sehingga program MBG tetap berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (anr)

Galeri Foto