Inovasi Pembuatan Asam Amino Berbasis Maggot sebagai Pupuk Alternatif untuk Kelompok Tani
- 09 Desember 2024
- Dibaca 2919 Kali
Bagikan Via:
Inovasi Pembuatan Asam Amino Berbasis Maggot sebagai Pupuk Alternatif untuk Kelompok Tani
Inovasi Pembuatan Asam Amino Berbasis Maggot sebagai Pupuk Alternatif untuk Kelompok Tani
Jumat, 06 Desember 2024
Kelompok Tani Tirto Bakti II Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung mendapatkan penyuluhan pertanian berupa demonstrasi cara pembuatan asam amino dari Penyuluh Pertanian BPP Ajung, Fajriyah Ulfah dan Arif Muzaki.
Beberapa petani sudah tidak asing lagi dengan manfaat pupuk asam amino, di antaranya: merupakan sumber nutrisi makro dan mikro lengkap termasuk Nitrogen, mempercepat pertumbuhan, membantu pembuangan, membantu tanaman cepat pulih dari stres, meningkatkan konsentrasi klorofil sehingga proses fotosintesis lebih lancar, membantu proses membuka-tutup stomata lebih lancar sehingga kelembaban dan nutrisi tanaman terjaga, dan meningkatkan perkecambahan serbuk sari. Selain itu, asam amino juga dapat meningkatkan aktivitas mikroba tanah dan mendukung proses asimilasi nutrisi bagi akar tanaman. Pupuk asam amino merupakan salah satu pupuk alternatif yang dianjurkan dan dapat membantu kinerja pembenah tanah supaya lebih optimal.
Pupuk asam amino dapat dibeli dalam bentuk kemasan pabrikan yang banyak beredar di pasaran. Petani juga biasanya membuat sendiri pupuk asam amino dari bahan organik yang mengandung protein tinggi, seperti keong mas, ikan lele, dan telur. Kali ini pembuatan asam amino agak unik yaitu berbahan dasar maggot (larva lalat BSF), mengingat kelompok tani Tirto Bakti II memiliki kegiatan yang berfokus pada budidaya maggot sebagai dekomposer untuk menghasilkan pupuk organik. Maggot dapat dijadikan bahan dasar pembuatan asam amino karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, hampir separuh massa tubuhnya adalah protein (40-48%).
Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan asam amino berbasis maggot ini antara lain: maggot segar, buah pepaya yang masih mengkal atau bisa diganti buah nanas, tetes/molase, dekomposer (EM4), dan air kelapa. Cara pembuatannya semua bahan dicampur dan diletakkan dalam wadah tertutup, difermentasi selama 2 minggu. Setelah fermentasi selesai akan didapatkan pupuk asam amino yang siap untuk diaplikasikan pada tanaman dengan cara disemprot ataupun dikocor. Dosis pemakaian dapat menggunakan 200ml larutan asam amino untuk 1 tangki semprot, dengan durasi penyemprotan dapat dilakukan 2 minggu sekali.