logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Jelang Karnaval Wirolegi Cinta Budaya Peserta Diminta Taat Aturan, RW 15 Nyatakan Siap Patuh

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
jelang-karnaval-wirolegi-cinta-budaya-peserta-diminta-taat-aturan-rw-15-nyatakan-siap-patuh-20260723

Jelang Karnaval Wirolegi Cinta Budaya Peserta Diminta Taat Aturan, RW 15 Nyatakan Siap Patuh

JEMBER, 23 JULI 2026 – Seluruh peserta Karnaval Wirolegi Cinta Budaya diminta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Aturan tersebut telah disepakati bersama dalam technical meeting yang melibatkan Pemerintah Kelurahan Wirolegi, panitia, Polsek, Koramil, serta para ketua RT dan RW sebagai peserta karnaval.

Technical meeting yang digelar sebagai persiapan akhir menjelang pelaksanaan karnaval pada 2 Agustus 2026 itu membahas rute, tata tertib, hingga kesiapan masing-masing peserta. Langkah tersebut dilakukan agar rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Ketua RW 15 Kelurahan Wirolegi, Suryono, menegaskan pihaknya siap menjalankan seluruh ketentuan yang telah disepakati dalam rapat.

“Sebagai ketua RW, kami siap mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan," ujarnya seusai technical meeting di Pendopo Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Selasa 21 Juli 2026.

Menurut Suryono, kepatuhan seluruh peserta menjadi kunci agar pelaksanaan Karnaval Wirolegi Cinta Budaya berjalan sesuai harapan. Ia berharap tidak ada peserta yang mengabaikan aturan, sehingga keamanan dan ketertiban selama kegiatan tetap terjaga.

"Ini merupakan rapat terakhir terkait persiapan. Ketentuan yang disampaikan sudah menjadi kesepakatan bersama antara panitia, Kelurahan, Polsek, dan Koramil,” jelasnya.

Sementara, dari sisi persiapan, RW 15 telah menyiapkan sejumlah penampilan yang akan ditampilkan pada hari pelaksanaan. Mulai dari atraksi tari, konsep bertema kehidupan petani.

Untuk penampilan dari RW kami sudah dipersiapkan, sebagian ada yang joget dan ada pula yang berdandan seperti petani dan lain-lain,” tutupnya.

Beberapa hal yang dibahas meliputi rute karnaval, yang akan dimulai sedari Lapangan Wirolegi hingga Lapangan Lingkungan Kaliwining. Selain itu, dibahas pula spesifikasi kendaraan yang diperbolehkan mengikuti pawai, yang tidak boleh melebihi tinggi tiga meter, hingga pembatasan jumlah sound system yang digunakan peserta.

Tak hanya itu, dalam agenda tersebut, dilakukan pula pengundian nomor urut rombongan (per-RW), agar setiap RW dapat secara teratur dan kondusif saat keluar dari start, yang berlokasi di Lapangan Wirolegi.

Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP., M.M., mengatakan technical meeting menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi seluruh peserta sehingga pelaksanaan karnaval dapat berlangsung sesuai aturan yang telah ditetapkan.

"Melalui technical meeting ini kami ingin memastikan seluruh peserta memahami ketentuan yang berlaku, mulai dari rute, kendaraan yang digunakan, hingga penggunaan sound system. Harapannya Karnaval Wirolegi Cinta Budaya dapat berjalan lancar, aman, dan meriah,” pungkasnya.(fat)

Galeri Foto