Jember Go Global Masuk Tahap Wawancara, 94 Calon PMI Ikuti Seleksi di Disnaker
- 07 November 2026
- Dibaca 28 Kali
Bagikan Via:
Jember Go Global Masuk Tahap Wawancara, 94 Calon PMI Ikuti Seleksi di Disnaker
JEMBER, 07 NOVEMBER 2026 – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur melaksanakan Seleksi Wawancara Jember Go Global pada Jumat, 06 November 2026, bertempat di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember. Dari 237 calon pekerja migran yang terdaftar, sebanyak 94 orang terkonfirmasi hadir dan mengikuti seleksi yang dibagi dalam tiga sesi. Negara tujuan penempatan meliputi Taiwan, Malaysia, Turkiye, Brunei Darussalam, dan sejumlah negara lainnya.
Pembagian tiga sesi dilakukan agar proses wawancara berjalan tertib dan setiap peserta mendapat kesempatan dinilai secara layak. Seleksi ini menjadi tahapan penting bagi calon pekerja migran sebelum melanjutkan proses menuju penempatan melalui jalur resmi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jember Go Global, yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah dengan sasaran penempatan 1.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa seleksi wawancara merupakan pintu awal agar calon pekerja migran berangkat dengan kesiapan yang memadai, bukan sekadar berangkat.
“Seleksi ini kami lakukan bersama BP3MI Jawa Timur supaya calon pekerja migran dari Jember berangkat melalui jalur resmi dan siap secara kompetensi. Berangkat prosedural berarti terlindungi, jelas kontraknya, dan ada negara yang mendampingi. Kami ingin warga Jember bekerja di luar negeri dengan aman, bukan menanggung risiko karena berangkat tanpa prosedur,” ujar Muhammad Zamroni.
Ia menekankan bahwa peluang kerja di luar negeri hendaknya dipandang sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi keluarga, bukan sekadar sumber penghasilan sementara.
“Kami berharap peserta yang lolos memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pengalaman, keterampilan, dan penghasilan selama bekerja di luar negeri bisa menjadi modal untuk membuka usaha mandiri ketika pulang ke Jember. Dengan begitu, kerja keras di perantauan benar-benar mengangkat kesejahteraan keluarga dan menggerakkan ekonomi desa,” tambahnya.
Bagi peserta yang belum terkonfirmasi hadir, Disnaker Kabupaten Jember bersama BP3MI Jawa Timur tetap membuka ruang koordinasi sesuai ketentuan yang berlaku. Disnaker berkomitmen mengawal seluruh tahapan hingga calon pekerja migran siap berangkat, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil kerja di luar negeri untuk usaha produktif di daerah asal. (awh)