Kader Posyandu di Jember Siap Kawal Program Strategis Bupati Fawait, Tekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Anak
- 09 Maret 2026
- Dibaca 222 Kali
Bagikan Via:
Kader Posyandu di Jember Siap Kawal Program Strategis Bupati Fawait, Tekan Angka Stunting dan Kematian Ibu-Anak
JEMBER, 09 MARET 2026 - Kader Posyandu Jember menyatakan kesiapannya untuk mengawal kerja Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Stunting, serta Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI dan AKB) di Kabupaten Jember.
Kesiapan tersebut disampaikan setelah pertemuan dan arahan dari Bupati Jember Muhammad Fawait dalam kegiatan Safari Ramadhan di Kecamatan Kalisat, Senin 09 Maret 2026.
Salah satu kader Posyandu, Ifa Dalilah, mengatakan para kader siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan kesehatan pada ibu dan anak.
“Sudah siap! Memang itu bagian dari tugas kami sejak dulu,” ujar Dalilah.
Sementara, Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan, dengan keterlibatan Kader Posyandu dalam Satgas Pencegahan Stunting AKI dan AKB, memungkinkan proses identifikasi lebih cepat.
Sehingga, dengan begitu keterlibatan Kader Posyandu dalam menekan angka stunting, AKI dan AKB, dapat mempercepat dan lebih terarah.
“Tadi kita sampaikan satgas stunting AKI dan AKB. Makan nanti Kader Posyandu membantu satgas untuk membantu identifikasi ibu hamil dan anak teridentifikasi kena stunting,” ucap bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.
Terlebih lagi, stunting memiliki banyak kategori. Seperti bawaan lahir, kekurangan gizi dan lain sebagainya. Sehingga perlu identifikasi yang cermat. “Nanti bisa ditentukan treatment-nya apa,” imbuhnya.
Gus Fawait menambahkan, begitu pula dengan kondisi ibu hamil yang perlu diidentifikasi dengan teliti. Sehingga penanganannya terarah, baik oleh puskesmas maupun dokter spesialis obgyn dan anak.
“Kalau nanti menurut dokter obgyn ibu hamilnya berisiko tinggi maka dia harus dilahirkan di rumah sakit,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Satgas Pencegahan Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) Jember adalah satuan tugas khusus yang dibentuk Bupati Jember, Muhammad Fawait, untuk menekan tingginya kasus kematian ibu-anak dan stunting secara terintegrasi.
Satgas ini melibatkan 1.200 tenaga kesehatan (nakes), kader Posyandu, serta aparat desa, dengan fokus identifikasi ibu hamil berisiko tinggi dan anak stunting secara kolaboratif. (*)