logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Pelatihan Ecoprint Jadi Sarana Pemberdayaan ATS, Dispendik Jember Dorong Kreativitas dan Kemandirian Generasi Muda

  • 11 Juni 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
pelatihan-ecoprint-jadi-sarana-pemberdayaan-ats-dispendik-jember-dorong-kreativitas-dan-kemandirian-generasi-muda-20260612

Pelatihan Ecoprint Jadi Sarana Pemberdayaan ATS, Dispendik Jember Dorong Kreativitas dan Kemandirian Generasi Muda

JEMBER, 11 JUNI 2026 – Upaya menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program inovatif dan kolaboratif. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Ecoprint sebagai Upaya Penuntasan dan Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan oleh TP PKK Pokja 2 Kabupaten Jember bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, pada tanggal Rabu, 10 Juni 2026 dan diikuti oleh puluhan peserta ATS serta pendamping dari berbagai wilayah.

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Plt Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdin) Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP, M.Si, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak yang belum mengenyam pendidikan secara optimal agar tetap memiliki keterampilan, kreativitas, dan bekal untuk masa depan.

Suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan teknik ecoprint hingga praktik langsung membuat karya berbahan dasar daun dan bunga yang menghasilkan motif alami pada kain.

Ecoprint sendiri merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan tumbuhan lainnya. Selain ramah lingkungan, keterampilan ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena hasil produknya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, syal, pakaian, hingga aksesoris.

Dalam sambutannya, Sekdin Dispendik Jember, Nurul Hafid Yasin, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri dan kemandirian bagi para peserta ATS.

“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada anak-anak yang belum berkesempatan menyelesaikan pendidikan formal. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuka peluang usaha di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Anak Tidak Sekolah tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan pendidikan formal semata. Diperlukan berbagai strategi yang mampu menjangkau kebutuhan mereka, termasuk pemberian keterampilan vokasional yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan ecoprint menjadi sebuah produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, mereka dapat lebih mandiri dan produktif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari TP PKK Kabupaten Jember yang selama ini aktif mendorong berbagai program pemberdayaan perempuan, keluarga, dan generasi muda. Melalui Pokja 2 yang membidangi pendidikan dan peningkatan keterampilan keluarga, pelatihan ecoprint dipilih karena dinilai mudah dipelajari, memanfaatkan sumber daya alam sekitar, serta memiliki potensi pasar yang cukup menjanjikan.

Para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang terlihat serius mengikuti arahan instruktur. Mereka diajak mengenal berbagai jenis daun yang dapat digunakan untuk menghasilkan motif unik pada kain. Setelah itu, peserta mempraktikkan proses penyusunan daun, penggulungan kain, hingga teknik pengukusan yang menjadi tahapan penting dalam pembuatan ecoprint.

Salah satu peserta mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Selain memperoleh pengetahuan baru, mereka juga merasa mendapatkan perhatian dan motivasi untuk terus berkembang.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kreativitas, kesabaran, serta semangat berwirausaha. Hasil karya peserta nantinya diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pemerintah Kabupaten Jember sendiri saat ini terus memperkuat program penanganan ATS melalui berbagai pendekatan. Selain mengembalikan anak ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, pemerintah juga memberikan pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing mereka.

Sekdin Hanafi menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses belajar di dalam kelas, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan hidup yang berguna bagi masa depan.

“Setiap anak memiliki potensi yang harus diberikan ruang untuk berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang merasa tertinggal. Mereka harus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Hafid. (hz)

Galeri Foto