Kelurahan Gebang Optimalkan Peran Mahasiswa KKN untuk Edukasi Sampah dan Pendataan Sosial
- 23 Juli 2026
- Dibaca 83 Kali
Bagikan Via:
Kelurahan Gebang Optimalkan Peran Mahasiswa KKN untuk Edukasi Sampah dan Pendataan Sosial
JEMBER, 23 JULI 2026 - Pemerintah Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, membekali mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif sebelum terjun memulai tugas ke masyarakat.
Pembekalan itu difokuskan pada penguatan peran mahasiswa dalam mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah, memvalidasi data kemiskinan ekstrem, hingga mendata anak putus sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
Lurah Gebang Nanang Suwono mengatakan, KKN Kolaboratif angkatan kelima tersebut diikuti mahasiswa dari Universitas Jember (UNEJ), Universitas Al-Qodiri, dan Universitas Islam Jember (UIJ). Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat masyarakat.
Salah satu tugas utama mahasiswa adalah memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Warga didorong mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah agar pengelolaan sampah menjadi lebih efektif. Selain menjaga kebersihan lingkungan, sampah yang dikelola dengan baik juga memiliki nilai ekonomi.
"Kami berharap mahasiswa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sampah bukan hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan memberikan tambahan penghasilan," ujar Nanang, Kamis (23/7/2026) di Pendopo Kelurahan.
Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam validasi data warga miskin ekstrem. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak terlewat dari pendataan maupun penyaluran bantuan pemerintah.
Menurut Nanang, pemerintah telah membekali mahasiswa dengan data awal dan tautan pendataan sehingga mereka dapat melakukan verifikasi langsung kepada warga di lingkungan masing-masing. Hasil pendataan itu nantinya menjadi bahan evaluasi pemerintah agar penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Mahasiswa juga diberi tugas mendata anak-anak yang putus sekolah. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengarahkan mereka mengikuti berbagai program pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember.
"Harapan kami, setelah KKN selesai, mahasiswa tidak hanya meninggalkan laporan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Data yang mereka kumpulkan dapat membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tepat, sementara edukasi yang diberikan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, mengakses bantuan, dan memastikan anak-anak tetap memperoleh hak atas pendidikan," kata Nanang.