Kampanye Gerakan Nasional Migran Aman Digelar di Pendopo Sanenrejo
- 18 Mei 2026
- Dibaca 133 Kali
Bagikan Via:
Kampanye Gerakan Nasional Migran Aman Digelar di Pendopo Sanenrejo
JEMBER, 18 MEI 2026 - Pendopo Desa Sanenrejo menjadi lokasi pelaksanaan Kampanye Gerakan Nasional Migran Aman pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pemerintah dan pemerhati pekerja migran, di antaranya perwakilan BP3MI Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kabupaten Jember, Camat Tempurejo, kepala migran care, kepala desa beserta perangkat dan purna PMI.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya prosedur aman dalam menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), sekaligus memperkuat perlindungan bagi warga yang bekerja di luar negeri. Mengusung semangat “Migran Aman, Migran Sejahtera”, acara berlangsung dengan antusias dan dihadiri masyarakat Desa Sanenrejo.
Kepala Desa Sanenrejo, Sutikno, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permasalahan PMI di wilayahnya masih menjadi perhatian serius. Menurutnya, terdapat dua kelompok yang paling banyak berangkat menjadi PMI, yakni kalangan anak muda dan ibu rumah tangga.
Ia juga mengungkapkan masih adanya kasus keberangkatan ilegal tanpa sepengetahuan pemerintah desa. Salah satu kasus yang pernah terjadi yakni warga Sanenrejo yang berangkat secara ilegal ke Hong Kong tanpa pemberitahuan kepada desa dan kemudian mengalami kecelakaan kerja di negara tujuan.
“Ketika ditelusuri ternyata benar warga Sanenrejo, namun keberangkatannya tidak melalui prosedur resmi sehingga desa kesulitan melakukan pendampingan,” ujar Sutikno.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa saat ini calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sudah dapat mengurus berbagai keperluan administrasi PMI langsung di Kabupaten Jember.
“Dulu masyarakat harus mengurus ke Banyuwangi atau Surabaya, namun kini pelayanan sudah bisa dilakukan di Jember tepatnya di kantor DPMPTSP sehingga lebih mudah dan dekat,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kordinator Migrant Care, Bambang Teguh Karyanto, menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam perlindungan PMI. Menurutnya, pemerintah desa merupakan perlindungan pertama bagi warga sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.
Ia juga menjelaskan bahwa desa memiliki kewenangan dalam pendataan, edukasi, hingga pengawasan terhadap warga yang hendak menjadi PMI agar tidak terjebak praktik pemberangkatan ilegal.
Melalui kegiatan Kampanye Gerakan Nasional Migran Aman ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri sehingga dapat tercipta pekerja migran yang aman, terlindungi, dan sejahtera.