Kampung Belgia, Jejak Seabad Perkebunan Jember yang Wajib Dikunjungi
- 19 September 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
Kampung Belgia, Jejak Seabad Perkebunan Jember yang Wajib Dikunjungi
JEMBER, 19 SEPTEMBER 2026 – Tidak semua destinasi wisata hanya menawarkan keindahan. Ada tempat yang menghadirkan pengalaman, cerita, sekaligus perjalanan menembus sejarah. Salah satunya adalah Kampung Belgia, kawasan heritage yang berada di tengah perkebunan karet dan kopi milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Kabupaten Jember.
Kawasan ini menyimpan jejak sejarah yang telah berusia lebih dari satu abad. Bangunan-bangunan tua peninggalan masa perkebunan, kompleks pabrik, serta berbagai peralatan pengolahan karet dan kopi masih dapat dijumpai dan menjadi saksi perjalanan panjang industri perkebunan di Jember.
Keaslian kawasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat bangunan tua, tetapi juga dapat merasakan atmosfer kawasan perkebunan tempo dulu yang masih terjaga di tengah bentang alam Jember.
Kini, pengalaman menikmati Kampung Belgia semakin mudah dengan kehadiran Bus “Si Cinta” atau Siap Keliling Wisata Jember dengan Penuh Cinta, armada wisata yang disiapkan untuk memperkenalkan berbagai destinasi menarik di Kabupaten Jember kepada masyarakat.
Keseruan perjalanan menggunakan Bus Si Cinta dirasakan langsung oleh rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Kabupaten Jember yang mengunjungi Kampung Belgia, Sabtu 19 September 2026.
Ketua DWP Dinsos Jember, Bu Evi Lingga, mengaku terkesan dengan keunikan kawasan tersebut. Menurutnya, Kampung Belgia merupakan salah satu destinasi yang layak dikunjungi masyarakat Jember maupun wisatawan dari luar daerah.
“Jangan ngaku cinta Jember kalau belum pernah datang ke Kampung Belgia. Di sini kita bisa melihat langsung jejak sejarah yang usianya sudah lebih dari seratus tahun. Bangunannya, suasana perkebunannya, sampai peninggalan industrinya masih bisa kita nikmati. Apalagi sekarang perjalanannya semakin menyenangkan dengan Bus Si Cinta,” ujar Bu Evi Lingga.
Ia menambahkan, perjalanan wisata seperti ini juga dapat menjadi sarana mengenalkan kekayaan sejarah Jember kepada keluarga dan generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan mencintai destinasi wisata yang ada di daerah sendiri.
Semangat tersebut sejalan dengan arahan Bupati Jember Gus Fawait agar potensi wisata lokal terus dipromosikan dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Bupati Jember Gus Fawait terus mendorong agar masyarakat bangga berwisata di Jember. Kampung Belgia menjadi salah satu bukti bahwa Jember mempunyai destinasi yang kuat dari sisi sejarah, budaya, perkebunan, sekaligus pengalaman wisata. Dengan Bus Si Cinta, kami ingin semakin banyak masyarakat menjelajahi Jember dan menemukan sendiri berbagai keunikannya,” ungkap Kadis Disporabudpar Jember.
Menurut Kadis Porabudpar, Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si., wisata tidak cukup hanya menghadirkan kunjungan. Setiap perjalanan diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari kuliner, produk UMKM, transportasi hingga berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya.
Karena itu, Kampung Belgia tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan heritage, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata perkebunan Jember yang menghubungkan sejarah, kopi, karet, budaya, dan kehidupan masyarakat sekitar.
Dengan kekayaan sejarah yang dimiliki serta dukungan akses wisata melalui Bus Si Cinta, Kampung Belgia menjadi salah satu destinasi yang patut masuk dalam daftar perjalanan bagi siapa pun yang ingin mengenal Jember lebih dekat, bukan hanya melihat keindahannya, tetapi juga memahami perjalanan sejarahnya. (ram)