Kasipem Trantibum Kecamatan Patrang Lakukan Identifikasi Pascakebakaran Dua Rumah Warga di Kelurahan Slawu, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta
- 04 Juni 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Kasipem Trantibum Kecamatan Patrang Lakukan Identifikasi Pascakebakaran Dua Rumah Warga di Kelurahan Slawu, Kerugian Ditaksir Capai Rp200 Juta
JEMBER – Pemerintah Kecamatan Patrang bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Jalan Branjangan, Lingkungan Sumberlangon RT 002 RW 010, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Melalui Seksi Pemerintahan dan Ketenteraman Ketertiban Umum (Kasipem Trantibum), pihak kecamatan melakukan identifikasi, pendataan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan pascakejadian berjalan optimal.
Kasipem Trantibum Kecamatan Patrang, Hamim Hariyawan, mengatakan bahwa identifikasi dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat kerusakan, kebutuhan warga terdampak, serta bahan koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya penanganan pascabencana.
"Kami dari Kecamatan Patrang langsung melakukan pendataan dan identifikasi di lapangan untuk memperoleh gambaran yang utuh terkait dampak kebakaran yang terjadi. Data tersebut nantinya menjadi dasar koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara tepat dan terukur," ujar Hamim Hariyawan saat ditemui di Kantor Kecamatan Patrang, Kamis (4/6/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Dua rumah yang terdampak merupakan milik Anwari P. Rofik (71), seorang petani, dan putranya Abdul Azis (45), seorang wiraswasta. Kedua rumah berada dalam satu kompleks keluarga dan berdiri berdampingan dengan akses penghubung di bagian tengah bangunan.
Berdasarkan hasil pendataan dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran pertama kali diketahui oleh Riky Prasetyo (19), putra Abdul Azis. Saat kejadian, Riky sedang berada di dapur rumahnya ketika aliran listrik tiba-tiba padam. Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, ia kemudian keluar rumah untuk memeriksa kondisi lingkungan sekitar.
Setelah memastikan bahwa rumah-rumah tetangga masih mendapatkan pasokan listrik normal, Riky kembali masuk ke rumah. Namun sesaat kemudian ia melihat kobaran api muncul dari salah satu kamar yang berada di dekat area dapur rumah milik kakeknya, Anwari P. Rofik. Menyadari adanya kebakaran, ia segera memberitahukan kejadian tersebut kepada ayahnya serta meminta bantuan warga sekitar.
Dalam waktu yang relatif singkat, api membesar dan membakar sebagian besar bangunan rumah. Material bangunan serta kondisi rumah yang saling berdampingan menyebabkan api dengan cepat menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kepulan asap tebal yang membumbung tinggi menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan untuk membantu melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Warga juga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan aparat terkait. Tidak lama kemudian, personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jember tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Bersama unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, perangkat Kelurahan Slawu, dan masyarakat setempat, petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berkat kerja sama berbagai pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski demikian, rumah milik Anwari P. Rofik mengalami kerusakan sangat parah dan hampir seluruh bangunan hangus terbakar. Sementara rumah milik Abdul Azis mengalami kerusakan pada bagian atap serta beberapa bagian bangunan yang berbatasan langsung dengan rumah sumber kebakaran.
Hamim Hariyawan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi lapangan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, Anwari P. Rofik diketahui sedang berada di rumah tetangga sehingga tidak berada di dalam rumah. Sementara penghuni rumah lainnya berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian material yang dialami korban cukup besar karena sebagian besar bangunan beserta isi rumah tidak dapat diselamatkan," katanya.
Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan aparat terkait, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Kerugian tersebut meliputi kerusakan bangunan rumah, perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dokumen penting, serta berbagai barang berharga milik korban yang turut hangus terbakar.
Sementara itu, aparat Kepolisian dari Polsek Patrang bersama unit terkait telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian berupa olah tempat kejadian perkara (TKP), pencatatan keterangan saksi, pengumpulan informasi, dokumentasi lokasi, serta koordinasi dengan PLN dan instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang terjadi pada salah satu kamar yang berada di dekat area dapur rumah milik Anwari P. Rofik. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hamim Hariyawan menambahkan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi kapan saja. Menurutnya, salah satu langkah preventif yang perlu dilakukan adalah memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi baik dan memenuhi standar keamanan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan instalasi listrik, tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan, serta segera memperbaiki instalasi yang sudah tua atau mengalami kerusakan. Upaya pencegahan menjadi hal yang sangat penting untuk menghindari kejadian serupa," ujarnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kecamatan Patrang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, BPBD, serta instansi terkait guna memastikan proses penanganan pascakebakaran berjalan dengan baik. Pendataan yang telah dilakukan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah bantuan dan dukungan kepada warga yang terdampak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu proses penanganan kebakaran, mulai dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, perangkat kelurahan, relawan, hingga masyarakat sekitar yang menunjukkan semangat gotong royong dalam membantu korban.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Patrang, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemadaman dan penanganan kejadian ini. Sinergi yang baik antarinstansi dan masyarakat menjadi faktor penting sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan korban jiwa," pungkas Hamim Hariyawan.
Naskah ini sudah menggunakan format yang lazim dipakai untuk rilis berita pemerintah daerah dan media online lokal, dengan lead, body, kutipan narasumber, kronologi, dampak kejadian, serta penutup yang kuat.