logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kebakaran Hanguskan Dua Hektare Kebun Tebu di Ledokombo, BPBD Bergerak Cegah Api Meluas

  • 04 September 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
kebakaran-hanguskan-dua-hektare-kebun-tebu-di-ledokombo-bpbd-bergerak-cegah-api-meluas-20260906

Kebakaran Hanguskan Dua Hektare Kebun Tebu di Ledokombo, BPBD Bergerak Cegah Api Meluas

JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 - Kebakaran melanda lahan perkebunan tebu di Dusun Sumber Gadung, RT 03/RW 19, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jumat 04 September 2026 petang.

Kobaran api menghanguskan sekitar dua hektare tanaman tebu. Angin yang cukup kencang membuat api bergerak cepat dari arah barat menuju timur dan berpotensi meluas ke area perkebunan lainnya.

Kebakaran pertama kali diketahui Sadi, penjaga kebun, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat melakukan pengecekan setelah melihat titik api, ia mendapati kobaran sudah membesar dan mulai menjalar.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember. BPBD segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan di lokasi.

Koordinasi melibatkan petugas pemadam kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, pemerintah desa, serta unsur Muspika Kecamatan Ledokombo.

Sebelum petugas tiba, warga bersama penjaga kebun berupaya menahan pergerakan api. Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan metode gepyok dengan dahan, sementara jalur pemutus api atau ilaran dibuat untuk menghambat kobaran agar tidak menjalar lebih luas.

Sekitar pukul 18.15 WIB, petugas bersama unsur Muspika dan masyarakat tiba di lokasi. Petugas PMK Kalisat kemudian melakukan pemadaman terhadap sejumlah titik api yang masih dapat dijangkau.

Sadi mengatakan api sudah membesar ketika dirinya mengecek titik kebakaran. “Ketika melihat titik api, saya langsung mengecek. Api ternyata sudah membesar dan menjalar karena tertiup angin. Saya kemudian memberitahu warga agar segera dilakukan penanganan,” ujarnya.

Kepala Dusun Sumber Gadung, Ragiel Bayu A, mengatakan laporan kebakaran langsung diteruskan setelah mendapat informasi dari penjaga kebun.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung meneruskan laporan dan warga ikut membantu pemadaman. Api cukup cepat menjalar sehingga perlu segera ditangani,” katanya.

Petugas dan warga berjibaku memadamkan api selama hampir dua jam. Kobaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 20.17 WIB.

Setelah api padam, petugas melakukan penyisiran di sekitar lahan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar dua hektare tanaman tebu terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan terdampak langsung.

Berdasarkan keterangan awal di lapangan, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dan mengenai daun tebu yang dalam kondisi kering. Namun, dugaan tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut dan belum dapat ditetapkan sebagai penyebab kebakaran.

Penanganan melibatkan personel Polsek Ledokombo, Koramil, Satpol PP, perangkat Desa Slateng, PMK Kalisat, serta sekitar 20 warga.

Respons cepat masyarakat dan koordinasi lintas unsur menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Terlebih, kondisi tanaman yang kering dan hembusan angin cukup kencang membuat api lebih mudah menjalar.

BPBD Jember mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lahan terbuka dan perkebunan. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di area yang memiliki vegetasi kering.

Kewaspadaan masyarakat dan kecepatan pelaporan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (bob)

Galeri Foto