logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Kebakaran Lahan Bambu di Dusun Onjur Berhasil Dipadamkan, Kecamatan Ledokombo Perkuat Kewaspadaan Warga

  • 27 Agustus 2026
  • Dibaca 165 Kali
Bagikan Via:
kebakaran-lahan-bambu-di-dusun-onjur-berhasil-dipadamkan-kecamatan-ledokombo-perkuat-kewaspadaan-warga-20260829

Kebakaran Lahan Bambu di Dusun Onjur Berhasil Dipadamkan, Kecamatan Ledokombo Perkuat Kewaspadaan Warga

JEMBER, 27 AGUSTUS 2026 - Kebakaran melanda sebagian lahan kebun bambu di Dusun Onjur, RT 01 RW 15, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Kamis 27 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menghanguskan daun dan ranting kering di area perkebunan dengan luas kurang lebih dua hektare.

Dari laporan yang diterima Muspika Ledokombo, kebakaran diketahui pertama kali oleh warga bernama B. Lim (60) yang saat itu sedang mencari kayu bakar di sekitar lokasi. Saksi melihat kepulan asap dan setelah dilakukan pengecekan diketahui terdapat titik api di kawasan kebun bambu.

Kondisi lahan yang dipenuhi daun dan ranting kering, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar dari satu bagian lahan ke bagian lainnya. Api kemudian bergerak dari arah barat menuju selatan sehingga berpotensi memperluas area terdampak apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Lim kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Informasi selanjutnya diteruskan kepada Agus Suriyanto, perangkat Desa Sumberlesung, yang kemudian melaporkan kebakaran tersebut kepada Tim Muspika Ledokombo.

Menerima laporan tersebut, unsur lintas sektoral Kecamatan Ledokombo bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 14.30 WIB, petugas bersama perangkat desa dan masyarakat tiba di tempat kejadian untuk melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama.

Karena lokasi kebakaran berada di area kebun bambu dan terdapat material kering yang mudah terbakar, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di lapangan.

Petugas dan warga menggunakan ranting serta dahan pohon sebagai alat untuk memukul dan memadamkan api. Selain itu, dibuat pula batas api atau ilaran untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Upaya tersebut melibatkan 5 personel Polsek Ledokombo, 2 personel Koramil Ledokombo, 4 personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, 4 perangkat Desa Sumberlesung, serta sekitar 10 warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Berkat kerja sama lintas sektor dan respons cepat masyarakat, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah proses pemadaman selesai, petugas memastikan kondisi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan kondusif serta tidak terdapat korban jiwa.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran mengakibatkan sebagian lahan kebun bambu terbakar, terutama bagian yang dipenuhi daun dan ranting kering, dengan luas terdampak kurang lebih 2 hektare. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 juta. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dari keterangan awal di lapangan, titik api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang. Puntung tersebut diduga mengenai tumpukan daun dan ranting kering hingga memicu munculnya api. Namun demikian, penyebab tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan kondisi dan informasi awal di lokasi.

Camat Ledokombo Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi kebakaran di lahan yang memiliki banyak material kering.

Menurut Nino, penanganan cepat menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran tidak berkembang lebih luas. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, perangkat desa, dan masyarakat juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika berada di sekitar lahan atau kebun yang banyak terdapat daun dan ranting kering. Jangan membuang puntung rokok sembarangan karena hal kecil dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat dan jajaran lintas sektoral yang langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan. Menurutnya, kepedulian warga untuk segera melaporkan kejadian merupakan bagian penting dari upaya mitigasi bencana di tingkat lingkungan.

“Yang tidak kalah penting adalah segera melapor apabila melihat asap atau titik api. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” tambahnya.

Dari perspektif Kecamatan Ledokombo, kejadian kebakaran tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran berbasis kewaspadaan lingkungan. Terlebih pada area perkebunan yang memiliki vegetasi kering, api dapat dengan cepat menjalar ketika disertai angin.

Pemerintah Kecamatan Ledokombo juga mendorong masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api secara sembarangan, termasuk membuang puntung rokok, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun meninggalkan sumber api di dekat material yang mudah terbakar.

Selain pencegahan, koordinasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat juga dinilai perlu terus diperkuat. Sistem pelaporan yang cepat dari tingkat warga hingga pemerintah menjadi bagian penting dalam memastikan setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (yus)

Galeri Foto