Kebakaran Lahan di Belakang Transmart Jember Berhasil Dipadamkan, BPBD Imbau Warga Waspada Saat Musim Kering
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Kebakaran Lahan di Belakang Transmart Jember Berhasil Dipadamkan, BPBD Imbau Warga Waspada Saat Musim Kering
JEMBER, 01 AGUSTUS 2026 – Kebakaran lahan kering kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada Sabtu 01 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi di lahan kosong seluas sekitar 100 meter persegi di kawasan Jalan Mojopahit, Cluster Kenari, tepatnya di belakang Transmart, berhasil ditangani dengan cepat oleh petugas gabungan sehingga api tidak sempat meluas ke kawasan permukiman.
Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian lain yang dilaporkan dalam kejadian tersebut, namun insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Jember, informasi mengenai kebakaran diterima pada Sabtu, 01 Agustus 2026, sekitar pukul 12.05 WIB. Sementara itu, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.
Lokasi kejadian berada di lahan kosong yang dipenuhi rumput kering di belakang kawasan Perumahan Cluster Kenari, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates. Kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca panas serta hembusan angin yang cukup kencang menyebabkan kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke sejumlah titik di lahan tersebut.
Informasi sementara yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran yang belum diketahui secara pasti asal maupun pelakunya. Dugaan tersebut masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan penyebab utamanya.
Meski demikian, warga yang pertama kali mengetahui munculnya api segera berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya guna mencegah api semakin meluas hingga mendekati kawasan permukiman.
Upaya masyarakat tersebut kemudian diperkuat dengan kedatangan tim UPT Pemadam Kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB. Bersama personel BPBD Kabupaten Jember, petugas langsung melakukan pemadaman intensif dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Selain itu, petugas juga melakukan asesmen terhadap lokasi kejadian serta mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai bagian dari proses pelaporan.
Dalam penanganan kejadian ini, unsur yang terlibat terdiri dari BPBD Kabupaten Jember, UPT Pemadam Kebakaran, Polsek Kaliwates, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses penanganan awal. Sinergi lintas instansi dan kepedulian warga menjadi faktor penting yang membuat kebakaran dapat dikendalikan dalam waktu relatif singkat sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
Saat ini kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan kondusif. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya, sementara proses pendinginan memastikan tidak ada bara api yang tersisa di antara rumput maupun semak kering.
Berdasarkan hasil asesmen, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 100 meter persegi dan tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan terhadap bangunan di sekitar lokasi.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Ferry Irawan, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya saat kondisi cuaca sedang panas disertai angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya api, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup cukup kencang. Kondisi rumput yang mengering sangat mudah terbakar sehingga api dapat dengan cepat meluas," ujarnya.
"Apabila masyarakat melihat adanya kebakaran atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan," imbuh Ferry Irawan.
BPBD Kabupaten Jember juga terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama selama musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran lahan dan semak.
Kewaspadaan, pelaporan dini, serta kerja sama seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan warga maupun lingkungan.
Dengan respons cepat dari petugas dan partisipasi aktif masyarakat, kejadian kebakaran lahan di kawasan Kaliwates kali ini berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan yang lebih luas. (bob)