Sudah Ditambah Jadi 200 Karung, Beras SPHP di Operasi Pasar Mangli Jember Tetap Ludes: Antrean Warga Jadi Sinyal Kuat Daya Beli Pangan
- 02 September 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Sudah Ditambah Jadi 200 Karung, Beras SPHP di Operasi Pasar Mangli Jember Tetap Ludes: Antrean Warga Jadi Sinyal Kuat Daya Beli Pangan
JEMBER, 2 SEPTEMBER 2026 — Stok beras sebanyak 150 karung yang disiapkan dalam operasi pasar di Pasar Mangli, Kabupaten Jember, ternyata belum mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DiskopUKMDag) akhirnya menambah pasokan hingga mencapai 200 karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Namun, penambahan tersebut kembali berhadapan dengan tingginya permintaan. Pada pelaksanaan operasi pasar Rabu, 2 September 2026, sebanyak 200 karung beras SPHP yang disediakan akhirnya habis terjual. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata betapa kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika harga pangan. Seperti penyampaian dari Mantri Pasa Mangli bahwa operasi pasar ini sudah kali ke 2 denganpenambahan stok yaitu 200 karung beras SPHP dan tetap habis terjual “ini udah ke 2 kali nya kita diberi stok 200 dan luar biasa karena tetap habis” ujarnya.
Peristiwa di Pasar Mangli ini bukan sekadar cerita tentang beras yang habis dalam waktu singkat. Di balik tumpukan karung yang berpindah dari distributor kepada pembeli, terdapat gambaran mengenai bagaimana masyarakat Jember merespons harga pangan, bagaimana pemerintah daerah melakukan intervensi pasar, serta seberapa besar kebutuhan rumah tangga terhadap komoditas pangan paling mendasar tersebut. Jika 150 karung saja belum mencukupi, lalu stok ditambah menjadi 200 karung dan tetap habis, maka pesan yang muncul cukup jelas: permintaan terhadap beras SPHP di tingkat masyarakat masih sangat tinggi.
Operasi pasar yang digelar di Pasar Mangli awalnya menyediakan 150 karung beras SPHP. Jumlah tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau. Akan tetapi, tingginya minat warga membuat stok awal tersebut dinilai belum mencukupi. Pemerintah kemudian mengambil langkah penambahan stok. Jumlah beras yang disediakan dinaikkan menjadi 200 karung.
Penambahan ini semestinya memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan beras. Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa tambahan 50 karung tersebut belum mengubah hasil akhir. Seluruh 200 karung tetap habis terjual dalam operasi pasar hari ini. Situasi tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan yang tidak kecil terhadap komoditas beras SPHP.
Bagi masyarakat, perbedaan harga beberapa ribu rupiah per kilogram sekalipun dapat memiliki arti penting ketika dikalikan dengan kebutuhan satu keluarga selama sebulan. Beras bukan barang yang hanya dibeli sesekali. Ia merupakan kebutuhan harian yang terus dicari, terutama oleh rumah tangga yang harus membagi pengeluaran untuk berbagai kebutuhan lain seperti lauk-pauk, listrik, pendidikan, transportasi, kesehatan, dan biaya rumah tangga. Karena itu, ketika pemerintah menyediakan beras dengan harga yang lebih terjangkau melalui mekanisme stabilisasi, respons masyarakat dapat berlangsung sangat cepat. Fenomena di Pasar Mangli hari ini menjadi salah satu contohnya. (HNA)