logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kebakaran Lahan di Desa Tembokrejo Gumukmas Padam, BPBD Jember Imbau Warga Waspada

  • 30 Agustus 2026
  • Dibaca 43 Kali
Bagikan Via:
kebakaran-lahan-di-desa-tembokrejo-gumukmas-padam-bpbd-jember-imbau-warga-waspada-20260830

Kebakaran Lahan di Desa Tembokrejo Gumukmas Padam, BPBD Jember Imbau Warga Waspada

JEMBER, 30 AGUSTUS 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Trianggulasi, Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Sabtu 29 Agustus 2026. Kebakaran yang diduga mulai terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih dua hektare.

Lahan yang terbakar diketahui milik Marto dan Yadi, warga RT 02/RW 11, Dusun Krajan, Desa Tembokrejo. Api membakar sejumlah vegetasi kering yang berada di kawasan tersebut, termasuk bambu, dedaunan kering, serta ilalang.

Peristiwa tersebut mulai diketahui warga ketika api terlihat membesar pada sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi angin dan material vegetasi yang kering membuat kobaran api semakin meluas. Informasi mengenai kejadian kemudian diterima Pusdalops BPBD Kabupaten Jember dari Muspika Gumukmas pada sekitar pukul 20.30 WIB.

Mendapat laporan tersebut, Tim BPBD Kabupaten Jember langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 21.00 WIB. Tim tiba sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung berkoordinasi bersama unsur Koramil, Polsek, Satpol PP, Damkar, relawan, serta masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman.

Karena kondisi medan dan karakteristik lahan yang terbakar, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana berupa gepyok. Petugas juga melakukan asesmen untuk mengetahui luasan area terdampak sekaligus memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.

Upaya pemadaman berlangsung hingga tengah malam. Sekitar pukul 00.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi kobaran api yang berpotensi meluas. Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman, terkendali, dan kondusif.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi vegetasi mengering dan angin bertiup kencang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas yang berpotensi menimbulkan api, apalagi saat angin kencang dan kondisi lahan sedang kering. Titik api kecil bisa cepat membesar kalau tidak segera ditangani,” ujar Firman.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, petugas, relawan, dan masyarakat. Kecepatan dalam melaporkan kejadian juga menjadi salah satu faktor penting agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Peran masyarakat sangat penting dengan segera melaporkan jika menemukan titik api, agar tim bisa melakukan penanganan sedini mungkin,” lanjutnya.

Hingga penanganan selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di area yang dipenuhi material kering. Kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa yang dapat mengancam lingkungan maupun permukiman warga di sekitar kawasan terdampak. (bob)

Galeri Foto