Kebonsari Jadi Lokasi Produksi Video SIM-PKK, Jember Siapkan Digitalisasi Data PKK
- 22 September 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Kebonsari Jadi Lokasi Produksi Video SIM-PKK, Jember Siapkan Digitalisasi Data PKK
JEMBER 22 SEPTEMBER 2026 – Kelurahan Kebonsari menjadi lokasi pembuatan video Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (SIM-PKK) sebagai bagian dari persiapan launching SIM-PKK di Kabupaten Jember. Produksi video yang berlangsung Selasa 22 September 2026 tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan transformasi pendataan PKK dari sistem manual menuju digital kepada masyarakat.
Pembuatan video melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember melalui Pokja IV yang diwakili Wakil Ketua Pokja IV Dian Rosyidah Regar dan Shinta Juliawati. Kegiatan juga melibatkan Sekretariat TP PKK Kabupaten Jember serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jember.
Dari Kelurahan Kebonsari, kegiatan diikuti Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari Arfiyanti Fadilah bersama Ketua Pokja I, II, III dan IV. Pengambilan gambar dilakukan di dua lokasi, yakni Aula PKK Kelurahan Kebonsari dan Dasawisma 49 RT 02 RW 14, Lingkungan Sumberdandang.
Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Jember, Dian Rosyidah Regar, menjelaskan SIM-PKK digunakan untuk mendokumentasikan, mengadministrasikan dan mengolah data program serta kelembagaan Gerakan PKK secara terintegrasi. Pendataan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat keluarga melalui Dasawisma hingga tingkat pusat.
“Tujuan pembuatan video ini selain untuk persiapan launching SIM-PKK di Kabupaten Jember, juga untuk mengenalkan SIM-PKK kepada masyarakat. Kita ingin menunjukkan bahwa pendataan yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai diarahkan ke sistem digital, dari Dasawisma sampai tingkat PKK Kabupaten,” ujar Dian.
Melalui SIM-PKK, data yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan kependudukan. Pada tingkat Dasawisma, data keluarga mencakup warga, jumlah anggota keluarga, kepala rumah tangga hingga kondisi rumah sehat atau tidak sehat.
Sementara pada bidang kesehatan, data yang dicatat antara lain kelahiran, kematian, ibu hamil, ibu nifas serta kepemilikan jaminan kesehatan. Data pendidikan dan ekonomi juga menjadi bagian dari sistem, meliputi tingkat pendidikan warga, kegiatan pelatihan, serta usaha dan keterampilan keluarga.
Selain data keluarga, SIM-PKK juga mencatat kelembagaan dan kegiatan PKK, termasuk kepengurusan TP PKK pada setiap tingkatan, mulai desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat, serta pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
Menurut Dian, integrasi tersebut diharapkan menyediakan data yang cepat, akurat dan real-time, sehingga dapat membantu pengurus PKK maupun pemerintah dalam melihat kondisi masyarakat sebagai bahan perencanaan program dan pengambilan kebijakan.
“Dengan data yang terintegrasi, kita berharap informasi yang dibutuhkan bisa lebih cepat diketahui dan diperbarui. Ini menjadi bagian dari upaya agar data PKK semakin tertata dan dapat mendukung perencanaan program kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dian berharap proses produksi video dapat segera diselesaikan sehingga agenda launching SIM-PKK Kabupaten Jember dapat dilaksanakan sesuai target, yakni pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari Arfiyanti Fadilah mengatakan Kebonsari dipilih sebagai salah satu lokasi pengambilan video karena aktivitas kader dalam melakukan pendataan warga berjalan aktif. Kondisi tersebut membuat data yang dihimpun melalui Dasawisma dapat terus diperbarui.
“Pertimbangan Kebonsari dipilih sebagai lokasi pengambilan video salah satunya karena kader kami cukup aktif dalam melakukan pendataan warga. Kami berusaha agar data yang ada selalu diperbarui sesuai kondisi di lapangan,” jelas Arfiyanti.
Menurutnya, proses digitalisasi akan semakin membantu kader dalam mengelola hasil pendataan yang selama ini dilakukan secara berjenjang. Dasawisma sebagai ujung tombak pendataan di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam memastikan informasi yang masuk tetap sesuai dengan kondisi warga.
“Kami berharap SIM-PKK bisa memudahkan kader dalam melakukan pendataan, memperbarui informasi dan menyusun data secara lebih rapi. Dengan data yang terus diperbarui, PKK akan lebih mudah mengetahui kondisi masyarakat dan mendukung program yang sesuai dengan kebutuhan warga,” pungkasnya. (aji)