Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke Kaliwining Rambipuji
- 30 Agustus 2026
- Dibaca 147 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mulai Mengering, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter Air ke Kaliwining Rambipuji
JEMBER, 30 AGUSTUS 2026 – Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih warga di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak akibat menurunnya debit sumur warga.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih kepada warga pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB untuk melakukan koordinasi bersama perangkat desa, relawan, dan masyarakat sebelum pendistribusian air dilakukan.
Qoidul Umam, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, mengatakan kekurangan air bersih mulai dirasakan warga sejak akhir Juli 2026. Kondisi tersebut semakin terasa karena sebagian wilayah belum memiliki jaringan pipanisasi.
"Sebagian warga masih mengandalkan sumur. Namun, debit air mulai menurun, bahkan beberapa sumur mengering dan air yang tersisa mulai berbau kurang sedap," kata Umam.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebagian warga juga memanfaatkan Sungai Bedadung untuk kebutuhan mandi. Namun, kondisi air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai berkurang.
Dari hasil asesmen, dampak kekeringan tersebar di sejumlah wilayah. Di RT 07/RW 13 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari 75 KK. Kemudian RT 08/RW 13 sebanyak 20 KK dari 70 KK dan RT 09/RW 13 sebanyak 40 KK dari 65 KK.
Sementara itu, di RT 11/RW 14 terdapat sekitar 20 KK terdampak dari 50 KK. Secara keseluruhan, terdapat 120 KK yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Untuk penanganan sementara, BPBD mendistribusikan 5.000 liter air bersih yang ditempatkan di tandon milik BPBD. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan dan pemanfaatan air secara bijak," ujar Umam.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali untuk memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan berlangsung.
Saat ini tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu tandon hibah BPBD yang berada di rumah kepala dusun. Sementara RT 05 dan RT 06 dilaporkan masih aman karena telah memiliki jaringan PDAM.
Penanganan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, terutama pemenuhan kebutuhan air bersih dan upaya penanganan pascakejadian. (tgh)