logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Bunga Desaku di Mumbulsari Jadi Wadah Aspirasi, Kader Posyandu Sampaikan tentang Fasilitas Pelayanan

  • 08 April 2026
  • Dibaca 214 Kali
Bagikan Via:
bunga-desaku-di-mumbulsari-jadi-wadah-aspirasi-kader-posyandu-sampaikan-tentang-fasilitas-pelayanan-20260409

Bunga Desaku di Mumbulsari Jadi Wadah Aspirasi, Kader Posyandu Sampaikan tentang Fasilitas Pelayanan

JEMBER, 08 APRIL 2026 – Program “Bunga Desaku” yang digelar Pemerintah Kabupaten Jember di Balai Desa Lempeji, Kecamatan Mumbulsari, pada Senin 06 April 2026, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, termasuk dari kader posyandu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), bersama Tim Penggerak PKK, Ketua DPRD Jember, jajaran kepala dinas, camat, serta para kepala desa di Kecamatan Mumbulsari. Turut hadir pula kader posyandu dan perwakilan RT/RW yang aktif mengikuti jalannya dialog

Dalam sambutannya, Bupati Jember menegaskan bahwa program “Bunga Desaku” merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan di lapangan.

“Bunga Desaku merupakan agenda untuk mendengarkan secara langsung apa yang diinginkan masyarakat. Dengan demikian, yang bertemu bukan hanya kalangan tertentu, tetapi seluruh masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ujar Gus Fawait.

Salah satu aspirasi yang mencuat dalam kegiatan tersebut datang dari kader posyandu. Nurul Aing, salah satu kader posyandu di Kecamatan Mumbulsari, menyampaikan aspirasi terkait kondisi fasilitas pelayanan yang dinilai sudah kurang memadai.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah sarana penunjang posyandu seperti timbangan, kursi, dan meja sudah lama digunakan dan membutuhkan pembaruan. Menurutnya, kondisi fasilitas yang kurang layak dapat mempengaruhi kenyamanan pelayanan, baik bagi kader maupun masyarakat yang datang.

“Kami berharap ada pengadaan barang posyandu yang sudah lama, perlu adanya pembaharuan, seperti timbangan, kursi dan meja agar proses pelayanan posyandu bisa lebih nyaman,” ujar Nurul Aing saat menyampaikan aspirasinya.

Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari jajaran pemerintah yang hadir. Keterlibatan kader posyandu dalam forum ini menunjukkan bahwa program “Bunga Desaku” mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan pelaku pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari masyarakat terkait pelayanan publik, pembangunan desa, serta kesehatan masyarakat. Peran aktif kader posyandu juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Program “Bunga Desaku” diharapkan mampu terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Dengan membuka ruang dialog langsung seperti ini, pemerintah dapat lebih cepat merespons kebutuhan riil masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, termasuk terkait peningkatan fasilitas posyandu, guna mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal di tingkat desa. (fam)

Galeri Foto