logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Jember Serentak Bergerak, 295 Peserta Rakor Daring Siapkan Status Kabupaten Layak Anak

  • 27 April 2026
  • Dibaca 160 Kali
Bagikan Via:
jember-serentak-bergerak-295-peserta-rakor-daring-siapkan-status-kabupaten-layak-anak-20260428

Jember Serentak Bergerak, 295 Peserta Rakor Daring Siapkan Status Kabupaten Layak Anak

JEMBER, 27 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember tancap gas mempersiapkan diri menuju predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Langkah konkret tersebut ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi (rakor) secara daring pada Senin, 27 April 2026, yang diikuti ratusan peserta lintas wilayah.

Kegiatan Zoom Meeting ini dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, S.STP, M.Si. yang mewakili Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Jember. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinsos PPPA Jember, Sri Wilujeng Rahayu, SE., MM, yang mengikuti jalannya rakor bersama jajaran terkait.

Rakor yang berlangsung melalui platform Zoom itu dipusatkan di ruang kantor Dinsos PPPA Jember. Sebanyak 295 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini, terdiri dari perwakilan Dinsos PPPA, DPMD Jember, para camat, lurah, hingga kepala desa se-Kabupaten Jember. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kesiapan menyeluruh di seluruh lini pemerintahan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, SE, menjelaskan bahwa rakor tersebut difokuskan pada penyamaan persepsi serta langkah teknis dalam menghadapi penilaian Kabupaten Layak Anak. Menurutnya, seluruh wilayah di Jember diminta segera menyiapkan berbagai indikator pendukung, khususnya yang berkaitan dengan Pemenuhan Hak Anak (PHA).

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pembentukan forum anak di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan. Forum ini diharapkan menjadi wadah partisipasi aktif anak dalam proses pembangunan daerah. “Forum anak bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk menyuarakan aspirasi mereka secara langsung,” ujar Sugeng dalam pemaparannya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong lahirnya inovasi-inovasi berbasis kebutuhan anak di masing-masing wilayah. Inovasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen daerah terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak secara berkelanjutan. Sugeng menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya untuk memenuhi aspek penilaian, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.

“Ini adalah komitmen bersama. KLA bukan hanya predikat, tetapi cerminan bagaimana daerah hadir untuk masa depan generasi penerus,” tambahnya.

Selama pelaksanaan rakor, suasana berlangsung dinamis. Para peserta terlihat aktif mengikuti jalannya diskusi, termasuk dalam sesi tanya jawab yang dimanfaatkan untuk memperjelas berbagai hal teknis di lapangan. Antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa kesiapan Jember menuju Kabupaten Layak Anak semakin matang.

Dengan langkah terkoordinasi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen pemerintahan, Jember optimistis dapat memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan. Upaya ini diharapkan mampu membawa Jember meraih predikat Kabupaten Layak Anak sekaligus memastikan terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh dan berkelanjutan. (wln)

Galeri Foto