logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jenggawah

Kecamatan Jenggawah Dorong Deteksi Dini Kusta dan Hapus Stigma di Masyarakat

  • 19 Oktober 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
kecamatan-jenggawah-dorong-deteksi-dini-kusta-dan-hapus-stigma-di-masyarakat-20261020

Kecamatan Jenggawah Dorong Deteksi Dini Kusta dan Hapus Stigma di Masyarakat

JEMBER, 19 OKTOBER 2026 — Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mendorong penguatan deteksi dini penyakit kusta dan edukasi masyarakat untuk menghapus stigma serta diskriminasi terhadap penyandang kusta. Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor agar warga yang mengalami gejala kusta tidak takut memeriksakan diri dan segera mendapatkan penanganan medis.

Camat Jenggawah, Agus Sucahyo, S.Sos., menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kusta. Menurutnya, penanggulangan penyakit tersebut tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga perlu disertai edukasi untuk meluruskan kesalahpahaman yang masih berkembang di tengah masyarakat.

“Penanggulangan kusta tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Diperlukan kepedulian dan kerja sama pemerintah, pemerintah desa, serta masyarakat agar warga yang membutuhkan pemeriksaan dapat segera memperoleh penanganan. Edukasi juga harus terus dilakukan supaya tidak ada lagi stigma atau diskriminasi terhadap penderita kusta,” ujarnya, Senin 19 Oktober 2026.

Penguatan deteksi dini menjadi penting karena kusta dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat. Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kecacatan. Karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya mengenali gejala sejak awal dan mengakses layanan kesehatan tanpa rasa takut maupun khawatir terhadap perlakuan diskriminatif.

Selain mendorong pemeriksaan lebih awal, Kecamatan Jenggawah juga menekankan perlunya penyampaian informasi kesehatan yang mudah dipahami dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Peran pemerintah desa dan unsur masyarakat dinilai strategis untuk membantu menyebarkan informasi yang benar mengenai kusta sekaligus membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandangnya.

Dukungan Kecamatan Jenggawah dalam upaya tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Syaiful Rizal, yang mewakili Camat Jenggawah dalam Lokakarya Active Case Finding (ACF) Kusta yang diselenggarakan Puskesmas Jenggawah di Desa Wonojati pada 6 Oktober 2026 lalu.

Lokakarya tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya penemuan kasus secara aktif. Melalui pendekatan ACF, warga yang menunjukkan gejala yang mengarah pada kusta diharapkan dapat lebih cepat teridentifikasi dan memperoleh pemeriksaan lanjutan dari tenaga kesehatan.

Namun, upaya penemuan kasus tidak cukup berhenti pada kegiatan lokakarya. Koordinasi yang telah dibangun perlu ditindaklanjuti melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan kewaspadaan masyarakat, serta dukungan terhadap warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.

Kecamatan Jenggawah berharap sinergi antara sektor kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dapat memperluas jangkauan deteksi dini sekaligus mengikis anggapan keliru mengenai kusta. Dengan informasi yang tepat dan dukungan lingkungan yang bebas diskriminasi, warga diharapkan lebih terbuka untuk memeriksakan diri sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (yem)

Galeri Foto