Kekeringan Landa Jember, 5.000 Liter Air Bersih Turun ke Bangsalsari
- 23 Agustus 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Landa Jember, 5.000 Liter Air Bersih Turun ke Bangsalsari
JEMBER, 23 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke Dusun Dukuh II, RT 02 dan RT 03 RW 02, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Minggu (23/8/2026).
Distribusi air bersih tersebut merupakan penanganan lanjutan atas laporan masyarakat melalui Wadul Gus e. Aduan disampaikan oleh Jumsari yang meminta solusi penyediaan air bersih bagi warga di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 28 Juli 2026, masyarakat di wilayah Dusun Dukuh II selama ini mengandalkan jaringan pipanisasi dengan sumber mata air yang berada di sungai di kawasan perbatasan Desa Tugusari. Jarak sumber air tersebut diperkirakan mencapai dua kilometer dari permukiman warga.
Namun, kondisi sumber air yang tersedia saat ini tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Air sungai dilaporkan telah tercemar dan dalam kondisi kotor. Warga terpaksa memanfaatkan air dari jaringan pipanisasi tersebut hanya untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Itupun debit air sering mengalami penurunan dan pada waktu tertentu aliran air bahkan berhenti.
Pemerintah desa sebelumnya telah melakukan upaya untuk mencari sumber air alternatif melalui pembangunan sumur bor. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena tidak ditemukan sumber mata air yang dapat dimanfaatkan.
Kondisi tersebut berdampak terhadap sedikitnya 75 kepala keluarga. Rinciannya, sebanyak 30 KK berada di RT 02 RW 02 dan 45 KK lainnya berada di RT 03 RW 02. Keterbatasan sumber air bersih membuat kebutuhan air untuk konsumsi sehari-hari menjadi persoalan yang perlu mendapat penanganan secara berkelanjutan.
Menindaklanjuti hasil asesmen tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan melakukan distribusi air bersih pada Minggu. Tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba satu jam kemudian untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa serta melakukan pendampingan selama proses penyaluran.
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditempatkan ke empat tandon yang telah tersedia di lokasi. Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan dan penanganan air bersih agar bantuan yang diterima dapat digunakan secara optimal.
Hingga 23 Agustus 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan ke wilayah tersebut mencapai 20.000 liter. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus upaya menjaga ketersediaan air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
Anggota TRC BPBD Jember, Parmuji, mengatakan distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan dan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
“Bantuan air bersih ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen dan laporan masyarakat. Kondisi sumber air yang ada memang belum bisa memenuhi kebutuhan warga, terutama untuk air minum. Karena itu, distribusi air menjadi langkah sementara untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Parmuji.
Ia menambahkan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilakukan secara berkala selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air yang layak.
“Rekomendasinya, distribusi air bersih untuk kebutuhan minum dilakukan dengan kapasitas sekitar 5.000 liter setiap lima hari sekali. Harapannya kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi sambil menunggu solusi sumber air yang lebih permanen,” katanya.
BPBD Kabupaten Jember bersama pemerintah desa dan Perumdam Tirta Pandalungan akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat terdampak. Penanganan jangka panjang juga diperlukan untuk memastikan warga memiliki akses terhadap sumber air bersih yang aman dan berkelanjutan.
Distribusi air bersih tersebut berjalan aman dan terkendali tanpa kendala berarti. Sinergi antara BPBD, Perumdam, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan tetap terpenuhi. (Bob)