Kekeringan Melanda Baban Timur, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 85 KK
- 23 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Baban Timur, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air untuk 85 KK
JEMBER, 23 AGUSTUS 2026 – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kesulitan memperoleh air bersih membuat 85 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut harus mencari sumber air hingga beberapa kilometer dari permukiman.
Kondisi tersebut mendapat respons dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui kegiatan distribusi air bersih ke-11 pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke sejumlah titik penampungan yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan.
Distribusi dilakukan berdasarkan permohonan Pemerintah Desa Mulyorejo melalui surat Nomor 600/007/30.2006/2026 serta rekomendasi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD berdasarkan hasil asesmen pada 1 Agustus 2026. Dari hasil asesmen tersebut diketahui bahwa warga Dusun Baban Timur, khususnya RW 07, telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juli 2026.
Kondisi semakin sulit karena wilayah tersebut belum memiliki jaringan pipanisasi. Warga selama ini mengandalkan sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter. Namun, memasuki musim kemarau, sumur-sumur warga mengalami kekeringan dan tidak lagi menghasilkan air.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer menuju sungai terdekat. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, dan aktivitas rumah tangga lainnya.
“Kondisi sumber air warga saat ini memang sangat terbatas. Sumur-sumur yang selama ini menjadi tumpuan warga sudah banyak yang kering, sehingga masyarakat harus mengambil air cukup jauh. Karena itu, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” ujar Fery, personel TRC BPBD Jember.
Sebanyak 85 KK terdampak dalam distribusi kali ini. Rinciannya, sebanyak 45 KK berada di RT 01/RW 07 dan 40 KK lainnya berada di RT 02/RW 07. Air bersih disalurkan ke lima titik tandon yang tersebar di wilayah permukiman warga.
Distribusi dilakukan mulai pukul 11.00 WIB dengan keberangkatan tim menuju lokasi terdampak. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim tiba dan langsung melakukan koordinasi bersama perangkat desa serta masyarakat. Selanjutnya, air bersih sebanyak 5.000 liter didistribusikan ke tandon-tandon yang telah tersedia. Kegiatan juga disertai imbauan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan air secara bijak selama musim kemarau.
Dukungan sarana penampungan juga diberikan BPBD Jember. Saat ini tersedia empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur turut memberikan bantuan sebanyak 20 jeriken untuk mendukung kebutuhan distribusi air masyarakat.
Dengan tambahan distribusi pada 23 Agustus 2026, total bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah terdampak di lokasi tersebut mencapai 55.000 liter. Meski demikian, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan masih akan berlangsung selama musim kemarau.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilanjutkan secara berkala dengan kapasitas sekitar 5.000 liter setiap dua hari sekali. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga hingga kondisi sumber air kembali normal.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember turut berkoordinasi dengan Destana, mahasiswa KKN, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali tanpa kendala berarti. Tim BPBD kemudian menyelesaikan kegiatan dan kembali ke mako pada sore hari.
BPBD Jember juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Upaya penanganan kekeringan akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan warga di wilayah terdampak. (Bob)