Kekeringan Melanda Empat Dusun di Subo Jember, BPBD Dampingi Distribusi 5.000 Liter Air Bersih
- 06 November 2026
- Dibaca 88 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Empat Dusun di Subo Jember, BPBD Dampingi Distribusi 5.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 6 November 2026 — Kekeringan yang melanda Desa Subo, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyebabkan 150 kepala keluarga (KK) di empat dusun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga mengering setelah musim kemarau berlangsung sejak Agustus 2026.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak pada Jumat (6/11/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB setelah berangkat pada pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo dan unsur pemerintah desa sebelum melakukan pendampingan distribusi air bersih.
Tim TRC-PB BPBD mendampingi YDSF menyalurkan satu truk tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter. Air tersebut didistribusikan ke sejumlah tandon yang telah tersedia di wilayah terdampak.
Selain distribusi air, BPBD juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi bencana kekeringan serta pentingnya pengelolaan dan penggunaan air secara bijak selama musim kemarau.
Tim TRC BPBD Jember, Yudha Aditya, mengatakan kekeringan berdampak pada warga di empat dusun, yakni Dusun Kaliwining RT 02/RW 06, Dusun Karangduren RT 02/RW 09, Dusun Sanggar RT 02/RW 01, dan Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04.
“Sebanyak 150 KK terdampak kekeringan. Sumur-sumur warga sudah mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Yudha.
Berdasarkan pendataan BPBD, Dusun Kaliwining menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 60 KK. Sementara Dusun Karangduren, Dusun Sanggar, dan Dusun Karang Sadang masing-masing sebanyak 30 KK.
Kondisi tersebut diperparah karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga harus mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai dengan jarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sebagian warga lainnya terpaksa membeli air galon.
Selain air bersih, bantuan berupa tujuh unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter juga telah tersedia untuk mendukung penampungan air bagi masyarakat.
Yudha menjelaskan, distribusi air bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kebutuhan warga masih tinggi. BPBD merekomendasikan penyaluran satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke wilayah terdampak setiap empat hari sekali.
“Distribusi perlu dilakukan secara berkala agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung,” ujarnya.
BPBD juga merekomendasikan agar penanganan jangka lebih panjang diteruskan kepada perangkat daerah terkait, terutama untuk mencari solusi terhadap keterbatasan sumber dan jaringan air bersih di kawasan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember bersama Babinsa Subo, Kepala Desa Subo, kepala dusun, RT/RW, dan warga setempat melakukan koordinasi serta pendampingan distribusi bantuan.
BPBD memastikan kegiatan penanganan kekeringan akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.(tgh)