Kekeringan Melanda Jatian Pakusari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 190 KK
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Melanda Jatian Pakusari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 190 KK
JEMBER, 1 Oktober 2026 — Kekeringan yang melanda Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat sekitar 190 kepala keluarga (KK) membutuhkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut terjadi sejak awal Agustus 2026 saat musim kemarau mulai berlangsung.
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah terdampak pada Kamis, 1 Oktober 2026 malam.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi untuk melakukan koordinasi, assessment, pengecekan kondisi sumur warga, sekaligus mendistribusikan air bersih ke tandon milik BPBD.
“Sebanyak 5.000 liter air bersih kami distribusikan ke tandon BPBD untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan,” kata Septa Tri Satya Budi, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember.
Menurut Septa, kondisi sumber air di sekitar permukiman warga terus mengalami penyusutan. Salah satu sumber air alami yang selama ini digunakan warga berada sekitar 300 meter dari permukiman. Namun, debit air di sumber tersebut kini semakin kecil.
Kondisi serupa ditemukan di sejumlah titik. Di RT 02/RW 08, misalnya, jarak permukiman dengan sumber air alternatif sekitar 300 meter. Dari delapan sumur warga yang diperiksa, sekitar 90 persen telah memperlihatkan dasar sumur. Sebagian sumur juga mulai mengeluarkan bau.
Sementara itu, warga RT 01/RW 06 harus menempuh jarak sekitar 700 meter untuk mencapai sumber air alternatif yang kondisinya juga mulai mengecil. Adapun sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
BPBD mencatat kebutuhan air bersih paling besar berada di RT 02/RW 08 sebanyak sekitar 50 KK dan RT 01/RW 06 sekitar 140 KK. Adapun warga RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 masih tercukupi untuk kebutuhan minum, tetapi membutuhkan pasokan air untuk mandi dan mencuci.
“Secara keseluruhan terdapat sekitar 190 KK yang terdampak dan membutuhkan bantuan air bersih,” ujar Septa.
BPBD Jember juga telah menempatkan empat tandon air di lokasi terdampak, masing-masing dua tandon di RT 02/RW 08 dan dua tandon di RT 01 serta RT 02/RW 06.
Penanganan kekeringan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
BPBD merekomendasikan distribusi air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali. Penanganan juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk upaya lanjutan.
Tim BPBD bersama perangkat Desa Jatian, RT/RW, dan warga juga memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan serta melakukan pemantauan sumber air di wilayah tersebut.(tgh)