Kemarau Makin Panjang, 45 KK di Tegalwaru Andalkan Kiriman Air Bersih BPBD Jember
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 54 Kali
Bagikan Via:
Kemarau Makin Panjang, 45 KK di Tegalwaru Andalkan Kiriman Air Bersih BPBD Jember
JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Kali ini, distribusi dilakukan di RT 04 RW 02, Dusun Klayu, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Rabu (7/10/2026) malam.
Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih keempat di wilayah tersebut sebagai bentuk respons terhadap laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD Jember, sedikitnya terdapat 45 kepala keluarga (KK) di RT 04 RW 02 yang sangat membutuhkan pasokan air bersih, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti minum dan memasak.
Kondisi kekeringan di wilayah tersebut cukup memprihatinkan. Warga selama ini mengandalkan sumur sebagai sumber utama air bersih. Namun, memasuki musim kemarau, sumur-sumur milik warga dengan kedalaman sekitar 12 hingga 15 meter mulai mengering.
Selain itu, belum tersedia jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah-rumah warga di wilayah tersebut. Akibatnya, masyarakat harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga bahkan harus mengambil air dari kawasan Pasar Sapi yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Sementara warga lainnya terpaksa membeli air dalam kemasan galon. Untuk kebutuhan mandi dan mencuci, sebagian warga memilih memanfaatkan air sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Tim tiba sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan penanganan bersama perangkat desa, RT/RW serta masyarakat setempat.
Dalam penanganan tersebut, BPBD Jember menempatkan dua tandon air dengan kapasitas masing-masing 1.200 liter. Tandon tersebut disiapkan sebagai tempat penampungan sehingga distribusi air dapat dimanfaatkan warga secara lebih teratur.
Selain menyiapkan tandon, pasokan air bersih juga didistribusikan menggunakan satu unit truk tangki dengan kapasitas 2.500 liter. Distribusi air dilakukan ke tandon yang telah disiapkan BPBD serta kepada warga yang membutuhkan.
TRC-PB BPBD Jember turut melakukan pendampingan selama proses distribusi berlangsung untuk memastikan bantuan air bersih dapat diterima masyarakat terdampak.
Anggota TRC BPBD Jember, Faris Fadhil, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat serta hasil asesmen di lapangan. Kondisi sumur warga yang mulai mengering membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak.
“Warga sangat membutuhkan air bersih karena sumur-sumur mereka sudah mengering,” ujar Fadhil.
Dengan adanya distribusi tersebut, sebanyak 2.500 liter air bersih kembali disalurkan kepada masyarakat Tegalwaru. Hingga 7 Oktober 2026, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan ke wilayah tersebut mencapai 10.000 liter.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilanjutkan secara berkala, yakni setiap tiga hari sekali, dengan menggunakan tangki berkapasitas 2.500 liter. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air bersih warga selama musim kemarau masih berlangsung.
Selain penyaluran bantuan secara berkala, BPBD juga merekomendasikan adanya penanganan lebih lanjut oleh dinas terkait untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih secara berkelanjutan, terutama terkait akses jaringan air bagi masyarakat.
Kegiatan distribusi air bersih selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Selama pelaksanaan, tidak ditemukan kendala berarti.
Penanganan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat Desa Tegalwaru, RT/RW setempat serta masyarakat penerima bantuan.
BPBD Jember memastikan respons terhadap laporan masyarakat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih selama musim kemarau. (bob)