Kepala Disporabudpar Jember Tegaskan Pentingnya Profesionalisme dan Larangan Rangkap Jabatan di Tubuh KONI
- 12 Mei 2026
- Dibaca 149 Kali
Bagikan Via:
Kepala Disporabudpar Jember Tegaskan Pentingnya Profesionalisme dan Larangan Rangkap Jabatan di Tubuh KONI
JEMBER, 12 MEI 2026 - Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menegaskan pentingnya tata kelola organisasi olahraga yang profesional, transparan, dan sesuai aturan sebagai fondasi utama dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Jember.
Menurutnya, organisasi olahraga yang sehat akan berdampak langsung terhadap kualitas pembinaan atlet dan keberhasilan daerah dalam mencetak prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Hal tersebut disampaikan Bobby terkait aturan larangan rangkap jabatan bagi pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang tertuang dalam AD/ART organisasi. Ia menilai regulasi tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga independensi, netralitas, serta profesionalisme dalam pengelolaan organisasi olahraga.
“Organisasi olahraga harus dijalankan secara profesional sesuai AD/ART yang berlaku. Tujuannya agar pembinaan atlet dan program olahraga dapat berjalan objektif, transparan, serta tidak terjadi konflik kepentingan di dalam kepengurusan,” ujar Bobby Arie Sandy, Selasa 12 Mei 2026.
Menurutnya, pengurus inti KONI memiliki tanggung jawab besar dalam mengoordinasikan seluruh cabang olahraga yang ada di daerah. Karena itu, diperlukan fokus dan komitmen penuh dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, hingga penyusunan program kerja olahraga prestasi tanpa adanya kepentingan lain yang berpotensi menimbulkan ketimpangan di internal organisasi.
Ia menjelaskan, aturan larangan rangkap jabatan bukan untuk membatasi ruang gerak insan olahraga, melainkan sebagai bentuk penataan organisasi agar roda pembinaan dapat berjalan lebih sehat dan profesional. Dengan sistem organisasi yang tertata, proses pengambilan kebijakan juga akan lebih objektif demi kepentingan seluruh cabang olahraga.
“Pengurus inti KONI harus mampu menjadi pengayom seluruh cabang olahraga secara adil. Jika terjadi rangkap jabatan, dikhawatirkan akan muncul konflik kepentingan yang dapat memengaruhi kebijakan organisasi maupun pembinaan atlet,” jelasnya.
Selain itu, Bobby menilai penguatan kelembagaan olahraga menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi agenda olahraga besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), kejuaraan nasional, hingga pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, sinergitas antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pengurus cabang olahraga harus dibangun dengan komunikasi dan tata kelola yang baik.
“Dengan tata kelola organisasi yang baik, kami berharap sinergitas antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh cabang olahraga dapat semakin kuat dalam mempersiapkan atlet menghadapi Porprov maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Disporabudpar, lanjut Bobby, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan fasilitas olahraga, program pembinaan atlet, kompetisi berjenjang, hingga penguatan organisasi olahraga agar berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia berharap seluruh insan olahraga di Kabupaten Jember dapat bersama-sama menjaga kondusivitas organisasi serta menjadikan prestasi atlet sebagai tujuan utama dalam setiap program pembinaan olahraga.
“Yang paling penting adalah bagaimana olahraga di Jember terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama baik daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya. (mel)