logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Ketahanan Pangan Tak Hanya Soal Produksi, Jember Siapkan Regenerasi Petani dan Perkuat Pengawasan Program

  • 07 Juni 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
ketahanan-pangan-tak-hanya-soal-produksi-jember-siapkan-regenerasi-petani-dan-perkuat-pengawasan-program-20260608

Ketahanan Pangan Tak Hanya Soal Produksi, Jember Siapkan Regenerasi Petani dan Perkuat Pengawasan Program

JEMBER, 07 JUNI 2026 — Menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan hasil panen. Di balik target produksi yang terus bertambah, terdapat dua pekerjaan besar yang harus berjalan beriringan, yakni memastikan bantuan pertanian tepat sasaran dan menyiapkan generasi penerus yang bersedia melanjutkan profesi sebagai petani.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam kegiatan Pro Guse Update sektor pertanian yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember pada Sabtu, 06 Juni 2026.

Dalam paparannya, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pangan tidak berhenti pada penyaluran program dan bantuan. Menurutnya, seluruh program yang telah dijalankan perlu diketahui masyarakat agar manfaatnya optimal sekaligus dapat diawasi bersama.

"Program ini harus diketahui oleh seluruh masyarakat Jember supaya pemanfaatannya optimal dan pengawasannya ini yang penting. Pemanfaatannya dan pengawasannya bisa kita kawal bersama-sama," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring besarnya dukungan program pertanian yang diterima Kabupaten Jember dalam dua tahun terakhir. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat menjalankan berbagai program mulai dari Optimasi Lahan (Oplah), irigasi perpompaan, bantuan benih dan pupuk, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).

Menurut Gus Fawait, keterbukaan informasi menjadi salah satu cara untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Karena itu, pemerintah melibatkan masyarakat dalam pengawasan melalui berbagai kanal komunikasi yang telah disediakan.

Selain pengawasan, perhatian juga diarahkan pada keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Dalam sesi testimoni, salah satu kelompok tani mengungkapkan mulai bertambahnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Fenomena tersebut dinilai menjadi sinyal positif di tengah tantangan regenerasi petani yang selama ini dihadapi banyak daerah.

Salah satu testimoni disampaikan oleh Rahwini dari Kelompok Tani Suka Maju, Kelurahan Baratan. Ia menyebut minat generasi muda terhadap sektor pertanian mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi usaha tani, khususnya karena harga gabah yang relatif stabil.

"Alhamdulillah sudah ada 6 pemuda tani yang belajar bertani, khususnya di pangan. Saya kira para pemuda ini tertarik utamanya karena harga yang stabil, harga gabah," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait menyatakan dukungannya terhadap upaya melibatkan lebih banyak anak muda dalam organisasi dan aktivitas pertanian.

"Saya minta Kadis TPHP berkoordinasi dengan camat dan gapoktan untuk memasukkan anak-anak muda ke dalam kepengurusan," katanya.

Melalui Dinas TPHP Kabupaten Jember, pemerintah daerah akan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan). Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan ide-ide baru sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa mendatang.

Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari luas tanam atau jumlah produksi. Ketahanan pangan juga bergantung pada tata kelola program yang baik serta hadirnya generasi baru yang siap melanjutkan peran petani sebagai penjaga ketersediaan pangan daerah. Dengan pengawasan yang semakin kuat dan regenerasi yang mulai tumbuh, fondasi pertanian Jember diharapkan semakin kokoh untuk menghadapi tantangan masa depan. (fan)

Galeri Foto