logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Kesejahteraan Rakyat

Ketika Kondisi Keluarga Tak Sejalan dengan Data Desil, Warga Sumbersalak Sampaikan Aspirasi

  • 17 Agustus 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
ketika-kondisi-keluarga-tak-sejalan-dengan-data-desil-warga-sumbersalak-sampaikan-aspirasi-20260817

Ketika Kondisi Keluarga Tak Sejalan dengan Data Desil, Warga Sumbersalak Sampaikan Aspirasi

JEMBER, 17 AGUSTUS 2026 – Ketepatan data kesejahteraan menjadi perhatian warga dalam kegiatan Bunga Desaku Mini di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi, termasuk persoalan mengenai data desil kesejahteraan.

Salah seorang warga mempertanyakan kondisi keluarganya yang dinilai belum mampu secara ekonomi, tetapi tercatat dalam desil yang relatif tinggi. Warga ingin mengetahui mengapa kondisi tersebut dapat terjadi dan bagaimana data yang tercatat dapat mencerminkan keadaan keluarga yang sebenarnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hermin, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa pemetaan desil menggunakan data dan indikator yang tercatat dalam sistem. Karena itu, kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan dapat saja berbeda dengan hasil pemetaan data.

Hermin juga menyampaikan bahwa aktivitas belanja secara daring dapat menjadi salah satu hal yang terbaca dalam sistem pendataan dan berpotensi memengaruhi pemetaan desil seseorang.

“Kadang mAsyarakat merasa kondisi ekonominya biasa saja, tetapi aktivitas yang tercatat dalam sistem bisa memberikan gambaran yang berbeda. Salah satunya aktivitas berbelanja secara daring yang dapat terbaca dalam data”, ujar Hermin.

Ia mengimbau masyarakat untuk memahami pentingnya ketepatan data dan tidak ragu menyampaikan apabila terdapat data yang dinilai belum sesuai dengan kondisi keluarga saat ini. Dengan demikian, proses pemutakhiran data dapat dilakukan berdasarkan keadaan yang sebenarnya.

“Kalau memang kondisi di lapangan berbeda dengan data yang tercatat, jangan ragu untuk menyampaikannya. Data yang sesuai akan membantu pemerintah dalam menentukan sasaran program secara lebih tepat”, kata Hermin.

Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketepatan data masih menjadi perhatian masyarakat di tingkat desa. Bunga Desaku Mini memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung sekaligus memperoleh penjelasan dari pihak yang hadir.

Dialog mengenai data desil tersebut juga menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki peran dalam memastikan informasi mengenai kondisi keluarganya tetap sesuai dengan keadaan terkini. Ketepatan data menjadi salah satu unsur penting agar berbagai program pemerintah dapat diarahkan kepada masyarakat sesuai dengan kriteria dan kebutuhan.

Melalui Bunga Desaku Mini, komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan diharapkan terus terbuka sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan, dijelaskan, dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. (bhi)

Galeri Foto