Ketika Warga Membutuhkan, Pemerintah Hadir: Homecare Menyapa Warga Bintoro
- 10 Agustus 2026
- Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
Ketika Warga Membutuhkan, Pemerintah Hadir: Homecare Menyapa Warga Bintoro
PATRANG – Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui kehadiran langsung pemerintah di tengah warga. Menindaklanjuti aduan yang disampaikan melalui kanal Wadul GuSe, Pemerintah Kecamatan Patrang bersama UPTD Puskesmas Banjarsengon, Jember, mendatangi kediaman salah satu warga kurang mampu di wilayah Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, untuk melihat secara langsung kondisi sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan yang bersangkutan.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Patrang Ajib, S.IP., bersama Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes., serta jajaran tenaga kesehatan. Kehadiran mereka menjadi bentuk respons cepat pemerintah atas laporan masyarakat sekaligus upaya memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan perhatian dan pelayanan secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, tim dari UPTD Puskesmas Banjarsengon melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan warga di kediamannya. Pelayanan diberikan secara langsung di rumah sehingga warga tidak harus datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan awal.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Homecare Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait). Program Homecare merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki keterbatasan atau kondisi tertentu sehingga mengalami kesulitan untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan dapat mendatangi warga secara langsung untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan serta kondisi kesehatan yang ditemukan di lapangan.
Camat Patrang Ajib, S.IP., bersama Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes., turut melihat kondisi warga secara langsung. Kehadiran keduanya juga memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan dan sektor kesehatan dalam memastikan setiap persoalan masyarakat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang tepat.
Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon beserta tim kesehatan juga melakukan penilaian awal terhadap kondisi warga sebagai bagian dari pelayanan kesehatan. Apabila diperlukan, tindak lanjut dapat dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan warga.
Respons terhadap aduan melalui Wadul GuSe ini menunjukkan bahwa kanal pengaduan masyarakat bukan sekadar tempat menyampaikan keluhan, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan warga dengan tindakan nyata pemerintah.
Kehadiran Camat Patrang bersama Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di rumah warga juga menghadirkan pesan sederhana bahwa pelayanan publik harus mampu menjangkau mereka yang membutuhkan.
Dari sebuah aduan, pemerintah bergerak. Dari sebuah kunjungan, warga mendapatkan perhatian. Dan melalui Homecare, pelayanan kesehatan berupaya hadir lebih dekat, bahkan sampai ke rumah warga.
Karena ketika warga membutuhkan, pemerintah tidak cukup hanya mendengar. Pemerintah harus hadir, melihat, dan memberikan pelayanan dengan kepedulian.(Naf)