logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Ketua KWT Marlena Klungkung Apresiasi Program Bunga Desaku, Harapkan Dukungan untuk Pengembangan Produk Kelompok

  • 01 Juli 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
ketua-kwt-marlena-klungkung-apresiasi-program-bunga-desaku-harapkan-dukungan-untuk-pengembangan-produk-kelompok-20260701

Ketua KWT Marlena Klungkung Apresiasi Program Bunga Desaku, Harapkan Dukungan untuk Pengembangan Produk Kelompok

JEMBER, 01 JULI 2026 – Program Bunga Desaku yang digelar di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Minggu, 28 Juni 2026, tidak hanya menjadi ajang pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi para petani untuk menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas melalui berbagai materi yang disampaikan oleh para narasumber profesional.

Salah satu peserta yang merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut adalah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Marlena Klungkung, Veni Nur Aini. Menurutnya, Bunga Desaku memberikan kesempatan bagi kelompok tani, khususnya kelompok wanita tani yang masih baru terbentuk, untuk memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kegiatan pertanian.

Veni menyampaikan bahwa kehadiran para pemateri yang kompeten memberikan pengetahuan yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan. Berbagai materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kegiatan kelompok ke depannya.

"Kami sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak ilmu baru yang kami peroleh dari para narasumber. Kelompok kami masih tergolong baru, sehingga kami memang membutuhkan banyak pembelajaran agar bisa berkembang dan lebih mandiri dalam mengelola kegiatan pertanian," ujar Veni saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Bunga Desaku.

Ia menilai, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar penyampaian materi. Menurutnya, Bunga Desaku menjadi wadah yang mampu membuka wawasan para petani sekaligus memberikan motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usaha pertanian.

Selain menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan, Veni juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih besar kepada Kelompok Wanita Tani. Menurutnya, KWT bukan hanya menjadi tempat berkumpul dan belajar bersama, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui berbagai produk unggulan yang dihasilkan oleh anggotanya.

"Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian dan apresiasi kepada kelompok wanita tani. Karena KWT bukan hanya kelompok belajar, tetapi juga memiliki produk unggulan yang kami kembangkan bersama. Jika pemerintah ikut mendukung dan memberikan ruang promosi, kami yakin produk-produk kami akan lebih dikenal oleh masyarakat luas," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam membuka akses promosi, pemasaran, hingga pendampingan agar produk hasil kelompok dapat memiliki daya saing yang lebih baik. Dengan adanya perhatian tersebut, kelompok wanita tani diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian keluarga maupun masyarakat sekitar.

Program Bunga Desaku sendiri menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan dari tingkat desa. Melalui berbagai kegiatan edukasi, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk di sektor pertanian.

Bagi Veni dan anggota KWT Marlena Klungkung, kesempatan mengikuti Bunga Desaku menjadi pengalaman yang berharga. Ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan bertani, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kelompok agar mampu menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, para petani berharap sinergi antara pemerintah dan kelompok tani dapat terus terjalin. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pengembangan produk lokal, kelompok wanita tani optimistis mampu tumbuh menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. (ima)

Galeri Foto