logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Ketua TP PKK Kelurahan Patrang Belajar Mengolah Ecoenzim dan Komposer

  • 15 Oktober 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
ketua-tp-pkk-kelurahan-patrang-belajar-mengolah-ecoenzim-dan-komposer-20261015

Ketua TP PKK Kelurahan Patrang Belajar Mengolah Ecoenzim dan Komposer

JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Terkadang, kepedulian terhadap lingkungan justru berawal dari hal sederhana di rumah, seperti memilah sampah dapur dan mengolah sisa bahan makanan agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan.

Semangat itulah yang menjadi salah satu pesan penting dalam pelatihan pembuatan ecoenzim dan komposer yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Patrang, Sri Wahyuningsih, turut mengikuti kegiatan tersebut.

Pelatihan ini menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus mendorong penerapan kebiasaan ramah lingkungan di tingkat keluarga.

Bagi Sri Wahyuningsih, persoalan sampah rumah tangga perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, sebagian sampah yang dihasilkan setiap hari berasal dari aktivitas sederhana di dapur, mulai dari kulit buah hingga sisa sayuran.

Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menambah beban lingkungan. Namun, melalui pengolahan yang tepat, sebagian sampah organik masih bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menambah pengetahuan tentang bagaimana mengelola sampah organik dengan baik. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga bisa diterapkan di rumah masing-masing dan dibagikan kepada masyarakat,” ujar Sri Wahyuningsih, Kamis 15 Oktober 2026.

Menurut dia, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Perubahan dapat dimulai dengan langkah sederhana, seperti membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya.

“Tidak harus menunggu melakukan sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dari rumah sendiri. Sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila kita mengetahui caranya,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan bahan organik menjadi ecoenzim dan kompos. Ecoenzim dibuat melalui proses fermentasi bahan organik tertentu, seperti kulit buah dan sisa sayuran, sedangkan kompos dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.

Bagi kader PKK, pengetahuan semacam ini memiliki arti penting. Mereka dapat menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam membangun kebiasaan mengelola sampah secara lebih bijak.

Sri Wahyuningsih berharap, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada kader PKK di Kelurahan Patrang. Dengan begitu, semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah rumah tangga.

“Kami berharap para kader PKK bisa ikut menyosialisasikan pengetahuan ini kepada masyarakat. Kalau dimulai dari keluarga dan dilakukan bersama-sama, insyaallah kepedulian terhadap kebersihan lingkungan akan semakin tumbuh,” katanya.

Upaya menjaga lingkungan memang tidak selalu membutuhkan peralatan canggih atau biaya besar. Kebiasaan memilah sampah, memanfaatkan sisa bahan organik, dan merawat tanaman di pekarangan bisa menjadi langkah awal yang dilakukan secara konsisten.

Dari Pendopo Kecamatan Patrang, pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk membawa perubahan ke lingkungan masing-masing.

Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya bergantung pada kegiatan sesaat, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari. Dan kebiasaan itu dapat dimulai dari tempat paling dekat dengan kehidupan manusia yaitu rumah sendiri. (yud)

Galeri Foto