Sirene HKB 2026 Bergema di Silo, BPBD Jember Tegaskan Kesiapsiagaan Kolektif
- 27 April 2026
- Dibaca 217 Kali
Bagikan Via:
Sirene HKB 2026 Bergema di Silo, BPBD Jember Tegaskan Kesiapsiagaan Kolektif
JEMBER, 27 APRIL 2026 - Puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026 di Kabupaten Jember ditandai dengan penekanan sirene secara serentak pada Minggu, 26 April 2026, di kawasan PPG Wisata Pinus Sidomulyo, Kecamatan Silo. Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo yang bertindak sebagai inspektur apel mengatakan, kesiapsiagaan tidak bisa dibangun secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Penekanan sirene ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Semua unsur harus bergerak serentak dan terkoordinasi,” ujar Edy Budi Susilo di sela kegiatan.
Rangkaian hari kedua diawali dengan senam pagi yang diikuti peserta dari berbagai unsur, mulai dari relawan, aparat, hingga masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba lari membawa perahu rafting yang dirancang untuk melatih kekompakan dan ketangkasan dalam situasi darurat.
Apel HKB menjadi agenda utama yang dihadiri unsur Muspika Kecamatan Silo, Perhutani, Pos SAR Jember, PMI, TNI-Polri, hingga organisasi perangkat daerah seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Kehadiran lintas sektor ini memperlihatkan pendekatan kolaboratif dalam pengurangan risiko bencana.
Selain seremoni, kegiatan juga diisi dengan aksi nyata mitigasi berbasis lingkungan. Peserta melakukan penanaman bibit pohon sebagai bagian dari reboisasi di sekitar lokasi kegiatan. Upaya ini dipadukan dengan penebaran benih ikan di aliran sungai setempat guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurut Edy, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengurangi dampak bencana, khususnya yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan. “Mitigasi tidak hanya soal kesiapan manusia, tetapi juga bagaimana kita menjaga alam agar tetap seimbang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kelompok masyarakat rentan di wilayah Silo. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan HKB 2026 yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan berbasis komunitas sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana.
BPBD Jember menilai, keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan dalam kegiatan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran kolektif terhadap risiko bencana di wilayah tersebut. (tgh)