logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Transformasi Pelayanan Publik: Lewat TikTok, Gus Fawait Respons Cepat Keluhan Disabilitas hingga Perbaikan Jalan

  • 18 Maret 2026
  • Dibaca 203 Kali
Bagikan Via:
transformasi-pelayanan-publik-lewat-tiktok-gus-fawait-respons-cepat-keluhan-disabilitas-hingga-perbaikan-jalan-20260319

Transformasi Pelayanan Publik: Lewat TikTok, Gus Fawait Respons Cepat Keluhan Disabilitas hingga Perbaikan Jalan

JEMBER, 16 MARET 2026 – Ada pemandangan menarik saat Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang akrab disapa Gus Fawait, melakukan kunjungan ke wilayah Kecamatan Balung dan RSD Balung baru-baru ini. Tak sekadar mengecek kepengurusan KTP di kecamatan, fasilitas kesehatan dan infrastruktur di RSD Balung juga di kunjungi, Gus Fawait memanfaatkan teknologi digital untuk menyerap aspirasi warga secara real-time melalui siaran langsung (live) di platform TikTok bertajuk "Wadul Guse".

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah saat seorang penanya di kolom komentar bertanya mengenai mekanisme bantuan bagi warga disabilitas. “Gus, cara mengajukan bantuan buat disabilitas bagaimana?” tulis salah satu warga yang ikut menyimak live tersebut.

Tanpa menunda, Gus Fawait langsung mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus selaku PJ Sekretaris Daerah Akhmad Helmi Luqman, S.Sos. yang turut mendampingi perjalanan. Jawaban yang diberikan Kadinsos pun sangat konkret dan memberikan kepastian waktu bagi masyarakat.

"Pengajuan silakan lewat kanal Wadul Guse agar ada report dan story-nya secara digital. Kami menjamin maksimal dalam 2x24 jam sudah akan ada petugas yang melakukan asesmen langsung ke lokasi," ungkap Kepala Dinas Sosial, Akhmad Helmi Luqman, tegas.

Langkah ini menjadi bukti nyata bagaimana batasan antara pemimpin dan rakyat kian menipis berkat digitalisasi. Di sela-sela agenda sidaknya, ponsel di tangan Gus Fawait terus dibanjiri pertanyaan dari netizen yang merupakan warga Jember dari berbagai pelosok.

Sistem ini sengaja dirancang agar setiap aduan memiliki jejak digital yang jelas, sehingga tidak ada laporan warga yang "tercecer" atau hanya berakhir di meja birokrasi tanpa tindak lanjut.

Masalah infrastruktur, khususnya jalan rusak, tetap menjadi topik hangat yang dikeluhkan warga dalam sesi live tersebut. Menanggapi keluhan jalan di tingkat kecamatan, Gus Fawait memberikan jawaban jujur dan strategis. Beliau menjelaskan bahwa untuk memberikan kenyamanan saat arus mudik dan balik lebaran, pemerintah daerah mengambil langkah cepat.

"Untuk jalan yang berlubang, kita lakukan penambalan terlebih dahulu agar aman dilewati saat hari raya. Nanti, segera setelah hari raya, baru akan masuk ke tahap perbaikan total atau pengaspalan ulang," jelas Gus Fawait.

Sementara itu, terkait kerusakan jalan di wilayah Kencong yang berstatus jalan provinsi, Gus Fawait memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah dilakukan agar perbaikan segera dieksekusi, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi warga.

Inovasi lain yang dibahas adalah mengenai kemudahan administrasi kependudukan. Gus Fawait menegaskan bahwa kini warga yang berada di wilayah pinggiran tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota hanya untuk mengurus KTP.

"Sekarang bikin KTP sudah tidak perlu jauh-jauh ke kantor Dispenduk di kota. Cukup di kantor kecamatan saja sudah bisa," tuturnya. Namun, dengan nada bercanda yang khas, beliau menambahkan sebuah catatan untuk warga di wilayah perkotaan. "Tapi kalau yang rumahnya di wilayah kota, tetaplah ke kantor Dispenduk. Kasihan nanti kantornya sepi kalau tidak ada yang datang," selorohnya yang disambut tawa oleh tim yang mendampingi.

Kabar gembira juga datang dari sektor pariwisata, khususnya Pantai Papuma yang menjadi ikon Jember. Gus Fawait menginformasikan bahwa sistem tiketing kini telah diintegrasikan. Pengunjung tidak akan lagi ditarik biaya tambahan atau membeli karcis berkali-kali saat memasuki area pantai.

"Kita sudah buat jadi satu pintu. Jadi wisatawan merasa nyaman, tidak merasa dipungut biaya berulang kali di dalam area wisata. Ini bagian dari upaya kita meningkatkan daya tarik wisata Jember," tambahnya.

Kegiatan sidak yang dibalut dengan interaksi media sosial ini menunjukkan pergeseran gaya kepemimpinan di Jember. Program Wadul Guse bukan sekadar pajangan, melainkan kanal problem solving yang memangkas jalur birokrasi yang kaku. Dengan janji asesmen 2x24 jam untuk bantuan sosial, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait tampak ingin membangun kepercayaan publik lewat kecepatan respons.

Masyarakat yang tadinya merasa jauh dari pusat kekuasaan, kini hanya berjarak satu ketukan di layar ponsel untuk bisa didengar langsung oleh bupatinya. (rou)