Perangi Stunting, Banjarsengon Jember Akselerasi Makan Bergizi Gratis 3B
- 02 April 2026
- Dibaca 269 Kali
Bagikan Via:
Perangi Stunting, Banjarsengon Jember Akselerasi Makan Bergizi Gratis 3B
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, tancap gas dalam upaya menekan angka stunting melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah strategis ini dikukuhkan dalam Musyawarah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pertemuan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) di Balai Kelurahan Banjarsengon, Kamis 02 April 2026.
Program ini secara spesifik menyasar tiga kelompok krusial, yakni balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui), atau yang dikenal dengan istilah kelompok 3B. Sinergi ini menjadi bagian dari misi besar mewujudkan "Zero Stunting" di wilayah tersebut.
"Pemenuhan nutrisi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah investasi mutlak bagi masa depan. Gizi seimbang bagi kelompok 3B sangat menentukan kualitas kesehatan jangka panjang," ujar Wahyu Anita, A.Md.Keb, mewakili Kepala Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwaningsih, M.Kes.
Wahyu Anita menambahkan bahwa program ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah setempat berupaya mengintegrasikannya dengan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penguatan pelayanan kesehatan bagi lansia.
Dukungan penuh mengalir dari pemerintah kelurahan. Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada militansi para kader di lapangan.
"Kader TP-PKK memiliki peran vital sebagai ujung tombak. Mereka bukan sekadar mendistribusikan makanan tambahan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada keluarga agar pola makan sehat menjadi budaya," tutur Sudik Haryono.
Dari sisi teknis, Bagus Satrio dari SPPG Bintoro 3 menjelaskan bahwa komposisi menu dalam program MBG telah mengikuti standar baku yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Surat Edaran. Ia mewanti-wanti agar eksekusi di lapangan tidak mengabaikan aspek higienitas.
"Pelaksanaan di daerah tinggal menjalankan sesuai ketentuan yang ada. Namun, kami menekankan agar kualitas makanan, kebersihan, serta ketepatan sasaran tetap menjadi prioritas utama dalam proses distribusinya," tegas Bagus.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB), Sunarti, S.E, menekankan pentingnya pemantauan periodik.
Menurutnya, jangan sampai ada ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) atau balita yang mengalami malnutrisi hingga gagal tumbuh.
Forum koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret. Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid, Kelurahan Banjarsengon optimistis target pengentasan malnutrisi dapat tercapai sesuai target nasional. (sgk)