Opening Ceremony "Amabar Sadeng Nayana Nira", Seni Lukis Hidupkan Kembali Narasi Sejarah Sadeng Jember
- 19 Juli 2026
- Dibaca 36 Kali
Bagikan Via:
Opening Ceremony "Amabar Sadeng Nayana Nira", Seni Lukis Hidupkan Kembali Narasi Sejarah Sadeng Jember
JEMBER, 19 JULI 2026 – Pameran Seni Lukis Amabar Sadeng Nayana Nira resmi dibuka di Studio Seni Keke, Jalan Letjen Suprapto Gang VI, Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Sabtu 18 Juli 2026. Pembukaan pameran menjadi penanda dimulainya ruang apresiasi seni yang mengangkat sejarah lokal Sadeng Jember melalui karya seni rupa yang komunikatif, edukatif, dan reflektif.
Pameran yang diketuai oleh M. Rizal Herlambang tersebut mengusung tema "Representasi Narasi Historis Sadeng Jember". Tema tersebut dipilih sebagai upaya menghadirkan kembali sejarah lokal Kabupaten Jember melalui pendekatan visual sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Dalam seremoni pembukaan, para tamu undangan, seniman, akademisi, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat umum diajak menyaksikan puluhan karya seni lukis yang lahir dari proses riset mendalam. Seluruh karya merupakan hasil residensi budaya, observasi lapangan, penelusuran literatur, serta dialog dengan berbagai narasumber yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Sadeng Jember.
Beragam gaya visual, mulai dari simbolik, naratif, dekoratif, tradisional, hingga kontemporer, ditampilkan sebagai bentuk interpretasi para perupa terhadap perjalanan sejarah wilayah Sadeng. Melalui karya tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan visual, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai perkembangan geografis, sosial, budaya, dan politik yang membentuk identitas Jember pada masa lampau.
Ketua Pelaksana pameran, M. Rizal Herlambang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil proses kreatif yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026. Tahapan tersebut meliputi riset, eksplorasi gagasan, penciptaan karya, kurasi, hingga penataan ruang pameran agar setiap karya mampu menyampaikan pesan sejarah secara utuh kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara seni dan pelestarian sejarah daerah.
"Melalui pameran ini, sejarah lokal tidak hanya dibaca melalui buku atau arsip, tetapi juga dihadirkan dalam bahasa visual yang lebih dekat dengan masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya Jember sekaligus memperkuat identitas daerah," ujarnya.
Pameran Amabar Sadeng Nayana Nira akan berlangsung hingga 25 Juli 2026 dan dapat dikunjungi setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas seni, pemerhati budaya, hingga wisatawan. Melalui momentum pembukaan ini, penyelenggara berharap pameran menjadi ruang dialog antara sejarah, seni, dan masyarakat sehingga warisan budaya Sadeng Jember tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang. (af)