logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Mulai Pilah Sampah dari Rumah, Jember Lor Perkuat Pengelolaan Berbasis RW

  • 14 Juli 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
mulai-pilah-sampah-dari-rumah-jember-lor-perkuat-pengelolaan-berbasis-rw-20260715

Mulai Pilah Sampah dari Rumah, Jember Lor Perkuat Pengelolaan Berbasis RW

JEMBER, 14 JULI 2026 - Pemerintah Kelurahan Jember Lor terus memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya. Melalui kegiatan sosialisasi pengolahan sampah yang digelar di RW 25 Kampung Durenan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, warga diajak menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai itu dihadiri Lurah Jember Lor Moh. Zaim Ilmi, S.Sos., M.Si., pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Lurah Jember Lor Moh. Zaim Ilmi mengatakan persoalan sampah di Kabupaten Jember sudah menjadi perhatian serius. Produksi sampah setiap hari diperkirakan mencapai sekitar 1.300 ton, sedangkan kapasitas pengelolaan hanya mampu menampung sekitar 350 ton per hari.

"Jember sudah melebihi kapasitas penanganan sampah. Produksi sampah mencapai kurang lebih 1.300 ton per hari, sementara yang dapat ditangani hanya sekitar 350 ton per hari. Karena itu, sistem open dumping harus ditutup dan kita harus mengubah pola pengelolaan sampah," kata Ilmi, Senin malam, 13 Juli 2026,

Ia menjelaskan, sekitar 75 persen sampah berasal dari rumah tangga. Oleh sebab itu, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. telah menerbitkan surat edaran yang mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang.

Menurutnya, sampah harus dipisahkan menjadi tiga jenis, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA serta meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

"TPA Pakusari tidak sepenuhnya ditutup. Sampah residu tetap akan ditampung di sana, sedangkan sampah organik dan anorganik diharapkan dapat dikelola di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Ilmi menambahkan, apabila budaya memilah sampah telah berjalan dengan baik, masyarakat dapat mengembangkan program lanjutan seperti pembentukan bank sampah maupun gerakan sedekah sampah. Menurutnya, kedua program tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kelurahan Jember Lor berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (rus)

Galeri Foto