Kolaborasi BPBD Jember dan BPBD Jatim, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Silo
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi BPBD Jember dan BPBD Jatim, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Silo
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Baban Timur, RT 01 dan RT 02 RW 07, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-9 di wilayah tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekitar 85 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 1 Agustus 2026, kekeringan di Dusun Baban Timur telah menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak Juli 2026. Kondisi tersebut semakin terasa karena wilayah RW 07 belum memiliki jaringan pipanisasi.
Selama ini, masyarakat mengandalkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter kini telah mengering sehingga tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan air. Untuk mendapatkan air, sebagian warga bahkan harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer menuju sungai terdekat.
Dari hasil pendataan, sebanyak 45 KK di RT 01 RW 07 dan 40 KK di RT 02 RW 07 terdampak kekeringan. Untuk mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan, BPBD Kabupaten Jember telah menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter serta satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter.
Penanganan dilakukan pada Rabu pagi. Tim bergerak menuju lokasi pada pukul 08.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur kemudian melakukan distribusi 5.000 liter air bersih ke tandon-tandon yang telah tersedia serta kepada masyarakat terdampak.
Selain bantuan air bersih, BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyerahkan 20 buah jeriken kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga dalam menampung dan membawa air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, S.T.,M.Si., mengatakan kolaborasi antara BPBD Kabupaten Jember dan BPBD Provinsi Jawa Timur menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan dampak kekeringan di wilayah terdampak.
“Kondisi kekeringan di Dusun Baban Timur masih membutuhkan perhatian karena sumber air warga sudah mengering dan belum tersedia jaringan pipanisasi. Karena itu, distribusi air bersih terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Zughrinada.
Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa air bersih, tetapi juga sarana penampungan yang dapat mendukung masyarakat dalam mengelola pasokan air yang diterima.
“Kami juga mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Jawa Timur yang turut memberikan bantuan 20 jeriken kepada warga. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat sekaligus mempermudah penyimpanan dan pemanfaatan air bersih,” tambahnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember menjelaskan, penanganan kekeringan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat. BPBD Kabupaten Jember juga terus melakukan pemantauan bersama berbagai unsur yang berada di lapangan.
“Kami merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Frekuensi tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi dan kebutuhan warga terdampak,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember dan BPBD Provinsi Jawa Timur turut berkoordinasi dengan Destana, mahasiswa KKN, RT/RW, serta masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tertib dan tepat sasaran.
Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan air bantuan secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan dasar. Masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan tandon dan sarana penampungan agar kualitas air tetap terjaga.
Berdasarkan hasil penanganan, distribusi air bersih ke-9 sebanyak 5.000 liter telah tersalurkan. Selain itu, empat tandon BPBD berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter tetap tersedia untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala. Tim kemudian menyelesaikan kegiatan dan kembali ke Mako pada pukul 17.30 WIB.
Penanganan kekeringan di Dusun Baban Timur menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BPBD Kabupaten Jember dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih. Sinergi antara BPBD Kabupaten Jember, BPBD Provinsi Jawa Timur, pemerintah desa, relawan, mahasiswa, serta masyarakat diharapkan dapat memperkuat respons terhadap dampak kekeringan selama musim kemarau.
Dengan distribusi air secara berkala dan dukungan sarana penampungan, pemerintah berupaya menjaga pemenuhan kebutuhan dasar warga hingga kondisi sumber air kembali membaik. (bob)