Kolaborasi Dinkes Jember dan Mahasiswa Magister Kebidanan UB, Upaya Tekan AKI-AKB dan Stunting
- 03 Juli 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi Dinkes Jember dan Mahasiswa Magister Kebidanan UB, Upaya Tekan AKI-AKB dan Stunting
JEMBER, 03 JULI 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada sektor kesehatan ibu dan anak. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember dengan Universitas Brawijaya (UB) dalam Program Residensi Mahasiswa Program Studi Magister Kebidanan.
Program yang berlangsung dari 29 Juni hingga 28 Juli 2026 ini menempatkan para mahasiswa pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh wilayah Jember. Kehadiran para akademisi tingkat magister ini diharapkan membawa segar bagi penguatan kompetensi lokal sekaligus mengoptimalkan pelayanan di lapangan.
Sebelum resmi bertugas, para mahasiswa mengikuti prosesi penyerahan dan pembekalan di Aula Dinkes PPKB Kabupaten Jember pada Senin 29 Juni 2026. Agenda penting ini dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes PPKB Jember, Sekretaris Program Studi Magister Kebidanan UB, jajaran dosen pembimbing, serta para mentor lapangan.
Kepala Bidang SDK Dinkes PPKB Jember, Dyah Kusworini Indriaswati, S.K.M., M.Si., yang menyambut langsung fungsionaris akademis tersebut, menekankan pentingnya integrasi ilmu teori dan praktik lapangan. Menurutnya, momentum ini adalah kesempatan emas untuk mencetak tenaga kesehatan yang adaptif.
"Kami berharap mahasiswa residensi dapat menyerap sekaligus mengoptimalkan potensi di lingkungan tempat praktik. Jadikan fasyankes sebagai laboratorium hidup untuk mengasah kompetensi, integritas, etika profesi, serta jiwa kepemimpinan," ujar Dyah, dikutip Jumat, 03 Juli 2026.
Lebih jauh, Dyah memaparkan bahwa keterlibatan mahasiswa pascasarjana ini menjadi amunisi tambahan bagi Pemkab Jember dalam mengakselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan penanganan stunting. Kolaborasi pemikiran teoretis mutakhir dari kampus dan realitas lapangan dinilai akan melahirkan inovasi pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.
Uniknya, Dinkes PPKB Jember tidak hanya membekali peserta dengan materi taktis kesehatan, tetapi juga memperkenalkan potensi pariwisata daerah. Destinasi andalan seperti Pantai Papuma, Watu Ulo, Teluk Love, hingga Rembangan turut dipromosikan. Strategi ini diharapkan membuat para mahasiswa lebih familier dan kerasan selama mengabdi di Bumi Pandhalungan.
Melalui program residensi ini, hubungan kelembagaan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan makin solid. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa sinergi pentaheliks mampu menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Jember. (nay)