logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Kompak Pindahkan Gelas dengan Sedotan, MPLS TK Negeri Pembina Kaliwates Latih Kerja Sama Sejak Dini

  • 17 Juli 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
kompak-pindahkan-gelas-dengan-sedotan-mpls-tk-negeri-pembina-kaliwates-latih-kerja-sama-sejak-dini-20260717

Kompak Pindahkan Gelas dengan Sedotan, MPLS TK Negeri Pembina Kaliwates Latih Kerja Sama Sejak Dini

JEMBER, 17 JULI 2026 – Tangis cemas anak-anak yang baru pertama kali berpisah dengan orang tua seketika luruh, berganti riuh tawa dan sorak gembira. Suasana hangat ini mewarnai hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Negeri Pembina Kaliwates, Jember, Jumat 17 Juli 2026. Melalui pendekatan persuasif yang humanis, sekolah ini sukses membuktikan komitmennya sebagai "rumah kedua" yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

Pada hari-hari awal, proses transisi dari rumah ke sekolah memang kerap memicu kecemasan bagi sebagian peserta didik baru. Namun, kesigapan para guru pendamping dalam memberikan perhatian personal menjadi kunci keberhasilan adaptasi ini.

Eka, salah satu guru pendamping, dengan telaten merangkul dan menenangkan anak-anak yang sempat menangis mencari sosok ibunya. Dengan pelukan hangat, dialog interaktif, dan ajakan bermain, ia berhasil mengalihkan kecemasan anak menjadi rasa percaya diri.

"Hari-hari awal adalah masa adaptasi yang wajar bagi anak. Tugas kami di sini adalah menghadirkan rasa aman, mendampingi mereka dengan sabar, dan mengemas sekolah sebagai tempat bermain yang seru. Alhamdulillah, hari ini sebagian besar anak sudah berani berinteraksi tanpa didampingi orang tua," ujar Bu Eka.

Hari terakhir MPLS ini sengaja dirancang untuk merangsang kemampuan motorik, sosial, dan kerja sama siswa. Salah satu aktivitas yang paling menyedot perhatian adalah permainan kelompok memindahkan gelas plastik menggunakan sedotan. Tanpa menggunakan tangan, setiap anak harus berkoordinasi erat dengan temannya untuk memindahkan botol hingga ke garis akhir.

Meskipun sederhana, permainan ini sarat akan nilai edukasi karakter. Anak-anak secara tidak langsung diajarkan tentang pentingnya komunikasi, kesabaran, kekompakan, dan budaya saling membantu sejak usia dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala TK Negeri Pembina Kaliwates, Nurdiana, menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS ini sengaja dikonsep lewat metode bermain sambil belajar.

"Kami ingin menghapus stigma bahwa sekolah adalah tempat yang menakutkan. Melalui permainan kelompok seperti ini, kami melatih motorik sekaligus sosial-emosional anak. Keberhasilan bersama hanya bisa diraih jika mereka saling membantu," jelas Nurdiana.

Selama periode MPLS, kurikulum pengenalan tidak hanya berfokus pada lingkungan fisik sekolah. Para siswa juga mulai dibiasakan dengan tata tertib sederhana, pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penanaman karakter sopan santun melalui budaya saling menyapa.

Nurdiana berharap, pengalaman berkesan selama MPLS ini mampu memantik kemandirian dan motivasi belajar siswa untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang selaras antara pihak sekolah dan wali murid.

"Kami berharap setelah MPLS ini, anak-anak semakin percaya diri dan berani mengeksplorasi potensi mereka. Tentu, keberhasilan pendidikan karakter ini membutuhkan dukungan konsisten dari orang tua di rumah agar selaras dengan apa yang kami ajarkan di sekolah," pungkas Nurdiana.

Penutupan MPLS ini menjadi awal dari perjalanan panjang nan ceria bagi generasi emas TK Negeri Pembina Kaliwates. Dukungan penuh kasih dari guru dan keterlibatan aktif orang tua menjadi modal utama dalam mencetak anak didik yang mandiri, kreatif, dan berkarakter mulia. (hz)

Galeri Foto