Konsistensi di Jalur Pedestrian: Komitmen Kecamatan Kaliwates Kawal Ketertiban Trotoar demi Kenyamanan Publik
- 02 April 2026
- Dibaca 168 Kali
Bagikan Via:
Konsistensi di Jalur Pedestrian: Komitmen Kecamatan Kaliwates Kawal Ketertiban Trotoar demi Kenyamanan Publik
JEMBER, 02 APRIL 2026 - Wajah urban Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, perlahan mulai bersalin rupa. Langkah tegas personel berseragam kembali mewarnai trotoar protokol dalam upaya mengembalikan hak pejalan kaki yang selama ini tergerus oleh ego sektoral ruang publik.
Pada Kamis pagi, 02 April 2026, Satuan Tugas (Satgas) Informasi Tata Ruang (ITR) kembali turun ke jalan. Aksi ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan operasi kedelapan yang digelar secara maraton sejak bulan lalu. Konsistensi ini mengirimkan pesan kuat: estetika kota di jantung Jember kini menjadi harga mati.
Sebagai etalase utama Kabupaten Jember, Kaliwates memikul beban fungsional yang kompleks. Selama bertahun-tahun, trotoar di kawasan ini terjebak dalam dilema pemanfaatan antara lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir liar, hingga pemasangan media promosi yang serampangan.
Kondisi tersebut tak hanya membuat wajah kota tampak kusam, tetapi juga mengancam keselamatan publik. Warga sering kali terpaksa berjalan di bahu jalan raya yang padat kendaraan karena akses pedestrian yang tersumbat.
Camat Kaliwates, Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketegasan personel di lapangan. Menurutnya, tindakan ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab kegelisahan warga atas hak ruang publik yang nyaman.
"Kami di tingkat kecamatan sangat menyambut baik dan memberikan respons positif terhadap giat penertiban hari ini. Ini adalah aksi kedelapan sejak bulan lalu, dan angka tersebut membuktikan bahwa kita tidak sedang melakukan aksi musiman," ujarnya.
Dwi Sunu menekankan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan sisi humanis namun tetap berwibawa. Ia menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini bukan untuk memberangus roda ekonomi, melainkan mengatur keteraturan sosial.
"Kami ingin memastikan bahwa trotoar di wilayah Kaliwates kembali kepada fungsinya yang hakiki. Penertiban ini bukan untuk mematikan ekonomi, melainkan untuk mengatur agar keindahan kota dan hak pejalan kaki dapat berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan," tuturnya menambahkan.
Meski dibayangi tantangan berupa potensi kembalinya pelanggar di titik-titik tertentu, pihak kecamatan tetap optimistis. Solusi jangka panjang yang disiapkan mencakup edukasi berkelanjutan kepada pemilik usaha dan masyarakat sekitar.
Keberhasilan aksi kedelapan ini diharapkan menjadi fondasi terciptanya budaya tertib yang lebih luas. Dwi Sunu memproyeksikan Kaliwates sebagai kawasan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Harapannya, trotoar Kaliwates bersih dari hambatan, indah dipandang, dan memberikan rasa aman bagi orang tua, anak-anak, maupun penyandang disabilitas yang melintas," pungkas Dwi Sunu.
Melalui kolaborasi antara Satgas ITR dan elemen masyarakat, Kecamatan Kaliwates optimistis setiap langkah kecil ini akan bermuara pada tatanan kota yang lebih manusiawi, tertata, dan bermartabat.