logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Konsultasi Publik JLS Digelar di Sanenrejo dan Sumberejo, Warga Diminta Tegaskan Dukungan Pembangunan Jalan Lintas Selatan.

  • 24 September 2026
  • Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
konsultasi-publik-jls-digelar-di-sanenrejo-dan-sumberejo-warga-diminta-tegaskan-dukungan-pembangunan-jalan-lintas-selatan-20260924

Konsultasi Publik JLS Digelar di Sanenrejo dan Sumberejo, Warga Diminta Tegaskan Dukungan Pembangunan Jalan Lintas Selatan.

Jember, 23 September 2026 - Konsultasi Publik JLS Digelar di Sanenrejo dan Sumberejo, Warga Diminta Tegaskan Dukungan Pembangunan Jalan Lintas Selatan.


Rencana kelanjutan pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Jember kembali memasuki tahapan yang melibatkan langsung masyarakat. Pemerintah bersama pihak terkait menggelar konsultasi publik rencana pembangunan JLS di dua wilayah, yakni Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, dan Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu pada tanggal 23-24 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pihak pelaksana pembangunan jalan, pemerintah desa, serta masyarakat yang lahannya berada di wilayah yang akan dilalui rencana pembangunan JLS. Pertemuan tidak hanya membahas rencana pembangunan secara umum, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penjelasan mengenai tahapan lanjutan pembangunan sekaligus menyampaikan sikap dan persetujuan mereka.

Dalam konsultasi publik tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai rencana lanjutan pembangunan JLS yang akan melewati wilayah desa. Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah penandatanganan berita acara sebagai bentuk pernyataan dan persetujuan masyarakat terhadap rencana pembangunan JLS yang melewati lahan milik warga.

Kehadiran masyarakat dalam forum ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Sebab, pembangunan jalan berskala besar seperti JLS tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat yang terdampak langsung oleh rencana pembangunan.

Melalui konsultasi publik, masyarakat dapat mengetahui secara lebih jelas rencana yang akan dilakukan pemerintah. Di sisi lain, pemerintah juga dapat mendengar secara langsung berbagai hal yang menjadi perhatian masyarakat sebelum tahapan pembangunan dilanjutkan.

Perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Dedi Purnomo Hardi, menyampaikan bahwa konsultasi publik menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan rencana pembangunan dapat berjalan dengan komunikasi yang baik bersama masyarakat.

Menurutnya, pembangunan JLS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang berada di sepanjang rencana trase pembangunan. Karena itu, proses komunikasi dan penyampaian informasi kepada warga menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari rencana pembangunan.

“Yang paling penting dalam proses ini adalah komunikasi dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan JLS, termasuk rencana lanjutan yang akan melewati wilayah mereka. Dengan adanya konsultasi publik ini, masyarakat bisa memahami dan memberikan persetujuan terhadap rencana tersebut,” ujar Dedi Purnomo Hardi.

Ia menambahkan, penandatanganan berita acara bukan sekadar kegiatan administratif. Dokumen tersebut menjadi bagian dari proses yang menunjukkan bahwa masyarakat telah mendapatkan penjelasan mengenai rencana pembangunan dan menyatakan persetujuannya terhadap pembangunan JLS yang melewati lahan masyarakat.

“Berita acara ini menjadi bagian penting dari proses selanjutnya. Harapannya, apa yang sudah disampaikan dan disepakati bersama dapat menjadi dasar untuk melanjutkan tahapan pembangunan berikutnya,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Desa Sanenrejo dan Desa Sumberejo, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengetahui lebih jauh arah pembangunan JLS yang akan melintasi wilayah mereka. Warga yang hadir dapat mengikuti penjelasan terkait rencana pembangunan sekaligus menyampaikan berbagai hal yang perlu diketahui sebelum proses dilanjutkan.

Pembangunan JLS sendiri dipandang memiliki arti penting bagi konektivitas wilayah selatan Jember. Kehadiran jalur tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih baik antarkawasan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah yang selama ini memiliki karakter geografis yang cukup beragam.

Wilayah selatan Jember memiliki potensi yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga kawasan wisata. Karena itu, peningkatan akses jalan di kawasan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Namun, pembangunan infrastruktur juga membutuhkan proses yang harus dilakukan secara bertahap. Terlebih ketika rencana pembangunan berkaitan dengan lahan masyarakat. Setiap tahapan perlu dilakukan dengan komunikasi dan koordinasi agar masyarakat memahami rencana yang akan dijalankan.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan konsultasi publik digelar di tingkat desa. Dengan menghadirkan masyarakat secara langsung, informasi mengenai rencana pembangunan dapat disampaikan di lokasi yang bersentuhan langsung dengan warga.

Di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, masyarakat mengikuti penjelasan terkait rencana pembangunan JLS yang akan melintasi wilayah tersebut. Hal serupa juga dilakukan di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsultasi publik dalam rangka mempersiapkan tahapan lanjutan pembangunan JLS di Kabupaten Jember.

Selain memberikan informasi, forum tersebut juga menjadi upaya membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat. Pembangunan jalan yang direncanakan dapat berjalan lebih baik apabila setiap pihak mengetahui perannya dan memahami tahapan yang akan dilalui.

Bagi pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan proses sosial di tengah masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, adanya konsultasi publik memberikan ruang untuk mengetahui secara langsung rencana pembangunan yang akan berlangsung di sekitar wilayah mereka. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi pihak yang menerima dampak pembangunan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengetahui, memahami, dan memberikan persetujuan terhadap rencana yang telah disampaikan.

Penandatanganan berita acara yang dilakukan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu penanda bahwa proses komunikasi antara pihak terkait dengan masyarakat telah dilakukan. Persetujuan masyarakat terhadap rencana pembangunan JLS yang melewati lahan mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari kelancaran tahapan pembangunan selanjutnya.

Pemerintah dan pihak terkait juga terus mendorong agar setiap proses pembangunan dilakukan secara terbuka dan terkoordinasi. Terutama untuk pembangunan JLS yang memiliki cakupan panjang dan melibatkan sejumlah wilayah.

Konsultasi publik di Sanenrejo dan Sumberejo pada akhirnya bukan hanya tentang pertemuan dan penandatanganan dokumen. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesepahaman sebelum pembangunan dilanjutkan.

Dengan komunikasi yang dilakukan sejak awal, masyarakat diharapkan mengetahui arah pembangunan JLS sekaligus memahami manfaat yang nantinya dapat dirasakan setelah infrastruktur tersebut terwujud.

Bagi Kabupaten Jember, kelanjutan pembangunan JLS menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat konektivitas wilayah selatan. Jalan yang terbangun nantinya diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di kawasan selatan Jember.

Melalui konsultasi publik yang melibatkan masyarakat secara langsung, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan dengan dukungan dan pemahaman bersama. Persetujuan yang dituangkan melalui berita acara pun menjadi bagian dari tahapan penting untuk membawa rencana pembangunan JLS menuju proses berikutnya.

Dengan demikian, pembangunan JLS tidak hanya dibangun melalui pekerjaan fisik di lapangan, tetapi juga melalui komunikasi, koordinasi, dan kesepakatan bersama dengan masyarakat yang berada di wilayah pembangunan. (yan)

Galeri Foto