logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Berlanjut, BPBD Jember Bantu 85 KK di Baban Timur

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 54 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-berlanjut-bpbd-jember-bantu-85-kk-di-baban-timur-20260821

Krisis Air Berlanjut, BPBD Jember Bantu 85 KK di Baban Timur

JEMBER, 21 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat di Dusun Baban Timur, RT 01 dan RT 02 RW 07, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jumat 21 Agustus 2026.

Distribusi tersebut merupakan penyaluran air bersih ke-10 di wilayah tersebut. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung sejak Juli 2026.

Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, sebanyak 85 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan, terdiri atas 45 KK di RT 01 RW 07 dan 40 KK di RT 02 RW 07.

Kondisi kekeringan di wilayah tersebut cukup berdampak terhadap kehidupan sehari-hari warga. Dusun Baban Timur, khususnya RW 07, belum memiliki jaringan pipanisasi. Selama ini masyarakat mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan air, namun sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter kini telah mengering.

Akibat kondisi tersebut, warga harus mencari sumber air alternatif. Untuk memperoleh air, sebagian masyarakat bahkan harus menempuh perjalanan sekitar 3 kilometer menuju sungai terdekat. Situasi ini membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Tim BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 08.30 WIB dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kemudian melakukan pendampingan sekaligus mendistribusikan air bersih ke sejumlah tandon yang telah disiapkan oleh BPBD dan masyarakat.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Di lokasi juga telah tersedia empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter sebagai sarana penampungan bantuan air.

Selain distribusi air, petugas turut memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Kegiatan juga melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, Destana, mahasiswa KKN, RT/RW, serta warga setempat.

TRC BPBD Kabupaten Jember, Masyhudi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai respons terhadap kondisi warga yang masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kondisi sumber air warga di Baban Timur masih mengalami kekeringan. Karena belum adanya jaringan pipanisasi dan sumur warga sudah mengering, distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Masyhudi.

Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan melalui pendistribusian air, tetapi juga dengan memastikan ketersediaan sarana penampungan di lokasi agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Kami terus memantau kebutuhan warga dan berkoordinasi dengan unsur di lapangan. Untuk sementara, rekomendasi distribusi dilakukan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak,” jelasnya.

Penanganan kekeringan di Dusun Baban Timur juga mendapat dukungan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, BPBD Provinsi Jawa Timur turut memberikan 20 buah jeriken yang dapat digunakan masyarakat untuk menampung dan membawa air bersih.

Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat penanganan kekeringan sekaligus memastikan bantuan air bersih dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air bantuan sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan sarana penampungan.

Distribusi air bersih ke-10 ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPBD Kabupaten Jember dalam menangani dampak musim kemarau. Dengan kondisi sumur warga yang masih mengering dan belum tersedianya jaringan pipanisasi, distribusi berkala menjadi salah satu langkah penanganan yang diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala. Tim menyelesaikan kegiatan pada pukul 16.30 WIB dan kemudian kembali ke Mako BPBD Kabupaten Jember.

BPBD Kabupaten Jember bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di Dusun Baban Timur serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan. (bob)

Galeri Foto