Krisis Air Bersih Melanda 120 KK di Rambipuji, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter
- 14 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Krisis Air Bersih Melanda 120 KK di Rambipuji, BPBD Jember Kirim 5.000 Liter
JEMBER, 14 Agustus 2026 – Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumur sejak akhir Juli 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember merespons kondisi tersebut dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter sekaligus memasang tiga unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter di lokasi terdampak.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember melakukan penanganan pada Jumat 14 Agustus 2026. Petugas juga berkoordinasi dengan perangkat Desa Kaliwining dan melakukan asesmen di sejumlah titik terdampak.
Tim TRC BPBD Jember, Qoidul Umam, mengatakan wilayah yang terdampak berada di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14.
“Total ada sekitar 120 KK yang terdampak. Debit sumur warga mulai menurun, sebagian bahkan mengering dan kondisi airnya mulai berbau kurang sedap,” kata Qoidul.
Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak 40 dari 75 KK di RT 07 terdampak. Di RT 08, terdapat 20 dari 70 KK, sedangkan RT 09 terdapat 40 dari 65 KK yang mengalami kesulitan air. Sementara di RT 11 RW 14, sekitar 20 dari 50 KK terdampak.
Kondisi tersebut terjadi karena wilayah RW 13 belum memiliki jaringan pipanisasi. Selama ini warga mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sejak akhir Juli, sebagian sumur mulai mengering.
Warga kemudian mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer. Untuk kebutuhan mandi, sebagian warga juga memanfaatkan Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai dilaporkan keruh dan debitnya mulai berkurang.
Menurut Qoidul ,sumber air terdekat berada di sekitar Masjid Darul Hikmah dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.
“Warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Karena itu, distribusi air perlu dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali. Saat ini telah tersedia tiga tandon milik BPBD serta satu tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun.
BPBD juga mengusulkan dukungan distribusi air bersih kepada BBWS Brantas Jawa Timur berupa tangki air berkapasitas 5.000 liter. Usulan tersebut diperlukan karena wilayah terdampak berada dalam kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung.
Penanganan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
“Untuk sementara penanganan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Kami akan terus memantau kondisi masyarakat dan kebutuhan air bersih di lokasi,” kata Qoidul.
Selain BPBD, kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, relawan, dan masyarakat setempat. Sementara wilayah RT 05 dan RT 06 dilaporkan masih aman karena telah memiliki jaringan PDAM.(tgh)