logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Bersih Melanda Tegal Gede Jember, 40 KK Terima Bantuan 5.000 Liter

  • 03 September 2026
  • Dibaca 178 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-bersih-melanda-tegal-gede-jember-40-kk-terima-bantuan-5000-liter-20260904

Krisis Air Bersih Melanda Tegal Gede Jember, 40 KK Terima Bantuan 5.000 Liter

JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 - Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat sejumlah sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama warga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter ke wilayah tersebut, Kamis, 03 September 2026 sore. Distribusi air bersih itu merupakan penyaluran ke-7 untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Yudha Aditya Dwi Cahya, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sejak Juli 2026. Sejumlah sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter mulai tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air warga.

"Sejak Juli beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Sumber mata air terdekat juga berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman," ujar Yudha.

Untuk mempermudah penyaluran, warga telah menyiapkan satu unit tandon berkapasitas 5.000 liter milik Ketua RT. Air yang dikirim kemudian ditampung di tandon tersebut agar dapat dimanfaatkan secara bersama oleh warga terdampak.

Tim TRC BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas melakukan koordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sekaligus mendampingi proses distribusi air bersih.

Penyaluran dilakukan dengan mengisi tandon warga menggunakan air bersih sebanyak 5.000 liter. Selain distribusi, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama terkait penggunaan air secara bijak selama kondisi kekeringan.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tidak terdapat kendala dalam proses pendistribusian air bersih tersebut.

Yudha mengatakan distribusi air perlu dilakukan secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung. BPBD merekomendasikan penyaluran air bersih sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

"Untuk sementara, distribusi direkomendasikan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, selama warga masih membutuhkan bantuan air bersih," katanya.

Penanganan kekeringan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut. Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga sumber air kembali tersedia dan kondisi kekeringan berakhir. (tgh)

Galeri Foto